cth analisis program unggulan puskesmas (Kep. komunitas)
BAB
III
ANALISIS
PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN
A.
Gambaran
tempat peraktek
1. Letak
geografis
Puskesmas Basuki rahmsd adalah suatu
kesatuan organisasi kesehatan fungsional
yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masrakat, yang memberikan pelayanan
kesehatan secara menyeluruh dan terpadu dalam bentuk kegiatan pokok serta
membina peran serta masyrakat diwilayah puskesmas Pasar Ikan.
Puskesmas
Pasar Ikan mempunyai luas tanah 600 M2, luas bangunan 400 M2 dengan wilayah
kerja seluruhnya 1.553 Km, terletak dipesisir pantai Kota Bengkulu kecamatan
teluk Segara yang meliputi 9 kelurahan :
1. Kebun
Keling 6. Jitra
2. Kebun
Roos 7. Berkas
3. Sumur
Meleleh 8. Pasar Baru
4. Pondok
Besi 9. Pasar
Melintang
5. Malabero
bengkulu adapun
batas-batas wilayah puskesmas lingkar barat adalah sebagai berikut :
a) Sebelah
utara : pelabuhan Tapak Padri
b) Sebelah
selatan : Kelurahan Angut Bawah
c) Sebelah
barat : Samudra Indonesia
d) Sebelah
timur : Kelurahan Pintu Batu
2. VISI
Visi baru pembangunan
kesehatan direfleksikan dalam bentuk motto yang berbunyi “Indonesia Sehat” .
Ditahun 2010 itu
diharapkan akan tercapai tingkat kesehatan tertentu yang dilandasi oleh
masyarakat yang :
1) Hidup
dalam lingkungan sehat
2) Melaksanakan
prilaku hidup bersih dan sehat
3) Mampu
menyediakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermut, sehingga memiliki
derajat kesehatan yang tinggi.
Sedangkan visi
Puskesmas Pasar Ikan adalah “ pembangunan dan pelayanan Kesehatan Masyarakat
yang bermutu, merata dan terjangkau untuk mewujutkan Bengkulu Seahat dan
mandiri tahun 2010”.
a. MISI
Misi adalah tentang
tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh pembangunan kesehatan dalam
rangka mencapai visi yang telah ditetapkan.
Misi tersebut adalah :
1) Menggerakan
pembangunan yang berwawasan kesehatan
2) Mendorong
kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3) Memelihara
danmeningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, serta
4) Memelihara
dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat termasuk
lingkungan.
b. STRATEGI
Strategi yang diambil
dalam mencapai misi dan visi yang telah ditetapkan adalah :
1) Advokasi
pembangunan yang berwawasan kesehatan untuk mendorong upaya promotif dan
preventif program kesehatan yang lebih baik
2) Meningkatkan
jumlah dan mutu upaya kesehatan yan bersumber daya mesyarakat
3) Mengembangkan
pelayanan kesehatan masyrakat holostik, paripurna dan mengutamakan pelayanan
promotif, preventif yang terpadu untuk mencapai prilaku dan lingkungan yang sehat
4) Meningkatkan
dan mematapkan sumber daya puskesmas dan sumber daya masyarakat untuk mencapai
upaya kesehatan yang bermutu dan optimal
5) Menberdayakan
masyarakat, keluarga dan individu dalam meningkatkan pembangunan kesehatan di
wilayah kerja Puskesmas.
3. Kependudukan
Jumlah penduduk wilayah
kerja Puskesmas Pasar Ikan sebanyak 15.611 jiwa terdiri dari :
Laki-
laki : 7680 jiwa
Perempuan : 7931 jiwa
Bayi : 302 jiwa
Balita : 2001 jiwa
Bumil : 437 jiwa
Dengan perbandingan sex
ratio laki-laki perempuan = 10.052,16 orang/Km2
B. Komponen Organisasi
1. struktur organisasi puskesmas
Struktur organisasi puskesmas
lingkar barat berbentuk berbentuk struktur fungional yang di kepalai oleh
seorang dokter.susunan dalam organisasi ini meliputi pejabat fungsional yang
terdiri dari :
a. Unit
I, meliputi program promosi kesehatan.
b. Unit
II, meliputi program kesehatan lingkungan.
c. Unit
III. Meliputi program KIA/ KB
d. Unit
IV, meliputi program gizi
e. Unit
V meliputi program P2M
f. Unit
VI, meliputi program pengobatan ( poli umum, gigi)
g. Unit
VII, program penunjang laboraturium
h. Unit
VIII, apotik
i.
Unit IX, PPTM
2. tugas poko dan fungsi puskesmas
Puskesmas sebagai pusat pembangunan
kesehatan dan ujung tombak pelayanan kesehatan berfungsi mengembangkan dan
membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan peayanan kesehatan terdepan
dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyelururh dan
terpadu di wilayah kerjanya.
Berikut adalah tugas pokok dan
fungsi dari tiap unit organisasi puskesmas perawatan lingkar barat :
a. Poli
umum
Tugas
pokok
1) Melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan
2) Menjaga
kelancaran kegiatan poli umum
3) Menyusun
permintaan alat dan bahan medis habis pakai poli umum
4) Menyusun
dan menmpilkan data sepuluh penyakit terbanyak di poli umum
5) Mendata
jumlah kunjungan poli umum
6) Memberikan
pelayanan rujukan ke rsud/ rsjk jika di perlukan
b. Poli
gigi
Tugas
pokok
1) peyananan
terhadap pasien di poli ggi
2) Melakukan
pelayanan pencabutan gigi dan penambahan gigi
3) Melakukan
pencatatan data pasien di poli gigi
4) Melakukan
pelayanan rujukan
c. Poli
KIA/KB
Tugas
pokok
1) Melakukan
pemeriksaan bumil
2) Melakukan
pengobatan bu,il dengan gangguan kesehatan
3) Melakukan
penkes terhadap bumil
4) Menangani
ibu bersalin
5) Melakukan
pelayanan kesahtan pada bayi dan anak balita
Tugas pokok poli anak
1) Melakukan
upaya kesehatan dan pengobatan pda balita dan anak pra sekolah
2) Melakukan
pendekatan usia sekolah
3) Melakukan
keehatan anak khusus
4) Melakukan
MTBS ( manajemen terpadu balita sakit)
Tugas
pokok poli KB
1) Melakukan
pelayanan kontraepsi
2) Melakukan
penyuluhan terhadap penggunaan kontrasepsi
3) Pelayanan
konsultasi kb
4) Pelayanan
pemasangan inplant
5) Pelayanan
kb kondom
6) Pelayanan
suntik kb
d. Unit
promosi kesehatan
Tugas
pokok
1) Melakukan
penyuluhan terhadap masyarakat
2) Melakukan
peltaihan dan pembinaan posyandu
3) Penyuluhan
posyandu balita dan posyandu lansia
4) Pembinaan
home industri, pengobatan tradisiobal dll
e. Poli
pncegahan penyakit menular ( P2M)
Tugas
pokok
1) Membekan
penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit menular
2) Melakukan
[encegahan penyakit menular
3) Melakukan
pengobatan jika terjadi wabah penyakit menular
f. Poli
kesehatan lingkungan
Tugas
pokok
1) Melakukan
pemeriksaan sarana air bersih
2) Melakukan
pengawasan terhdap mkanan dan minuman
3) Melakukan
pengawasan terhdap snitasi lingkungan
g. Laboraturium
Tugas
pokok
1) Menyusun
rencana kerja laboraturium
2) Melakukan
pemeriksaan darah
3) Melakukan
pemeriksaan urine
4) Melakukan
pemeriksaan BTA
5) Menyusun
laporan bulanan laboraturium
C. Sumber Daya Manusia
1. ketenagaan
Tabel 1
Jumlah sumber daya manusia
Di wilayah kerja puskesmas lingkar barat
kota bengkulu 2011-07-01
|
no
|
Jenis tenaga
|
Jumlah
|
PNS
|
CPNS
|
|
1
|
Dokter umum
|
2
|
2
|
-
|
|
2
|
Dokter gigi
|
1
|
-
|
1
|
|
3
|
Apoteker
|
-
|
-
|
-
|
|
4
|
S1 ilmu kesehatan
|
7
|
6
|
1
|
|
5
|
S1 Ilmu lain
|
1
|
1
|
-
|
|
6
|
Pramedis keperawatan/Bidan
|
21
|
18
|
3
|
|
7
|
Paramedis non keperawatan
|
4
|
4
|
-
|
|
8
|
Tenaga kesehatan lain
|
1
|
1
|
-
|
|
9
|
Tenaga non kesehatan
|
-
|
-
|
-
|
|
|
Total
|
37
|
32
|
5
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : PKM
Pasar Ikan
Analisa : Dari
Data diatas tenaga yg ada disetiap pelayanan sudah mencakupi.
2. pendidikan
Tabel 2
Komposisi tingkat
pendidikn masyarakat di wilayah kerja puskesmas lingkar barat kota bengkulu
tahun 2010
|
no
|
Tingkat
pendidikan
|
Jumlah
|
|
1
|
Buta hurup
|
0
|
|
2
|
Sekolah dasar
|
2115 orang(25,50%)
|
|
3
|
SLTP
|
3170 orang(38,21 %)
|
|
4
|
SLTA
|
2304 orang(27,81%)
|
|
5
|
PT
|
706 orang(8,51%)
|
|
Total
|
100%
|
|
Sumber : profil kesehatan PKM
lingkar barat tahun 2009
3.Mata Pencarian
Mata pencarian
penduduk wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan yang terbanyak adalah Pegawai
Negeri / ABRI disusul padagang, Buruh serta Nelayan dan sebagian kecil bermata
pencarian.
4.sarana dan prasarana
Tabel 3
Jumlah puskesmas
pembantu dan posyandu di wilayah kerja PKM lingkar barat kota bengkulu tahun 2010
|
no
|
puskesmas
|
Jumlah kelurahan
|
Jumlah posyandu
|
Jumlah pustu
|
Puskesmas keliling
|
ket
|
|
|
|
Baik
|
Rusak
|
|||||
|
1
|
Lingkar barat
|
9
|
15
|
5
|
1
|
-
|
-
|
Tabel 4
Sarana dan prasarana
pendu
kung di wilayah kerja
PKM Pasar Ikan kota bengkulu tahun 2009
|
no
|
Sarana dan prasarana
|
Jenis
|
Jumla
|
|
1
|
Sarana pendidikan
|
TK
SD
SLTP
SLTA
Akademi/ PT
|
6
9
2
1
1
|
|
2
|
Sarana pelayanan
keshatan
|
Praktek bidan
Praktek dokter
|
9
5
|
|
3
|
Sarana sosial dan
tempat umum
|
Mesjid
Mushala
Kantor
Gereja
|
21
1
10
2
|
Sumber : profil kesehatan PKM Pasar
Ikan tahun 2009
D. Pelayanan Puskesmas
1. situasi khusus
Gambaran situasi khusus dari
beberapa kegiatan pelayanan kesehatan pada puskesmas dalam praktek belajar
lapangan ( PDL) di PKM lingkar barat
kota bengkulu dapat di lihat dari bebrapa tabel di bawah ini.
Tabel 5
Data sepuluh besar
penyakit terbanyak pada pkm Pasr Ikan tahun 2009
|
no
|
Jenis penyakit
|
Jumlah
|
Perkiraan Angka
kesakitan/1000
POD
|
|
1
|
Ispa Non Pneumoni
|
7148
|
76,57
|
|
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
Malaria Klinis
Diare
Malari Vivax
Bronchitis
TB. BTA
Disentri
DHP
Pneumoni
Campak
|
1310
708
50
49
25
19
11
11
4
|
14,03
7,58
0,54
0,52
0,27
0,20
0,12
0,12
0,04
|
|
Jumlah
|
9.335
|
|
|
Sumber : profil kesehatan PKM Pasar Ikan tahun 2009
Tabel 6
Angka Penemuan Kasus / Penderita
Penyakit TB Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu
Tahun 2009
|
No
|
Kelurahan
|
Suspek
|
BTA
(+)
|
Rongen +
BTA (-)
|
Kambuh
|
Anak
|
Total
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Malabro
Kebun
Keling
Pondok
Besi
Kebun
Roos
Sumur
Meleleh
Jitra
Pasar
Melintang
Pasar
Baru
Berkas
Luas
Wilayah
|
41
16
21
15
17
25
17
13
8
42
|
5
1
2
-
3
1
1
2
3
4
|
1
-
-
1
-
-
-
2
2
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
1
-
1
1
-
-
-
-
-
-
|
48
17
24
17
20
26
18
17
13
48
|
|
|
|
235
|
22
|
6
|
-
|
3
|
250
|
Tabel 7
Angka Penemuan BTA Positif kasus baru
menurut Glongan Umur dan Jenis kelamin Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu
Tahun 2009
|
no
|
kelurahan
|
0-14
|
15-24
|
25-34
|
35-44
|
45-54
|
55-64
|
>65
|
Total
|
||||||||
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
Lk
|
Pr
|
||
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Malabro
Kebun
Keling
Pondok
Besi
Kebun
Roos
Sumur
melele
Jitra
Pasar
Melintang
Pasar
melintang
Berkas
Luas
Wilayah
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
|
1
-
-
-
-
-
-
-
-
2
|
-
-
-
-
-
-
1
-
1
1
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
|
1
1
1
-
-
-
-
-
1
2
|
1
-
-
-
1
-
-
-
2
-
|
-
-
1
1
-
-
-
-
-
-
|
1
-
-
1
-
-
-
1
-
-
|
-
-
-
-
-
1
1
-
-
1
|
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
|
-
-
1
-
1
-
-
1
1
1
|
1
-
-
-
-
-
-
-
-
1
|
4
-
1
1
2
-
-
2
3
4
|
2
1
2
1
-
1
2
-
2
8
|
|
|
Jumlah
|
|
1
|
3
|
3
|
1
|
6
|
4
|
2
|
3
|
3
|
1
|
2
|
5
|
2
|
17
|
19
|
A.
Prioritas Masalah
metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif delbeg
TABEL 8
PENETUAN PRIORITAS MASALH DENGAN METODE
DELBEG
|
Internsi masalah
|
Kriteria dan bobot maksimum
|
Jumlah skor urutan prioritas
|
|
||||
|
besar masalah
|
Kegawatan
|
Biaya
|
Kemudahan
|
||||
|
Bobot rata-rata
|
8
|
8
|
6
|
7
|
jumlah
|
|
|
|
Rendanya cakupan dalam kualitas
program kesling dalam menciptakan lingkungan sehat, perilaku sehat, serta
memberdayakan masyarakat karena keterbatasan alokasi dana
|
7X8=56
|
7X8=56
|
7X6=42
|
5X7=35
|
189
|
III
|
|
|
Rendanhya penaganan program
pemberatasan penyakit (P2P) khusunya penyakit menular dengan tingginya angka
kesakitan penyakit DBD
|
8x8=64
|
9x8=72
|
5x6=30
|
7x7=42
|
208
|
I
|
|
|
belum adanya perubahan paradigm untuk
ber-prilaku hidup bersih dan sehat karena kurangnya SDM serana dan promosi
kesehatan
|
7x8=56
|
8x8=68
|
5x6=30
|
6x7=42
|
192
|
III
|
|
Setelah dilakukan pembobotan prioritas masalah di
puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu dengan mengunakan matriks SWOT , maka urutan prioritas masalah di
puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu yaitu :
1. Rendanhya
penaganan program pemberatasan penyakit (P2P) khusunya penyakit menular dengan
TB Paru
2.
Belum adanya perubahan
paradigm untuk berprilaku hidup bersih dan sehat karena kuranganya SDM, saran
dan penasaran promosi kesehatan
3. Rendahnya
cakupan kualitas pelayanan di program kesling dalam menciptakan lingkungan sehat,
perilaku sehat, serta memberdayakan masyarakat karena keterbatasan alokasi dana
Untuk mengindetifikasi factor internal dan eksternal
prioritas masalh di puskesmas Pasar Ikan yaitu pada program P2P maka, dilakukan
pengindintifikasian melalui table analisis factor internall dan eksternal
B. ANALISIS
PELAKSANAN PROGRAM UNGGULAN
(PENDEKATAN
ANALISI SWOT)
TABLE
9
ANALISA
FACTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
PROGRAM
TB Paru
|
Internal
(STRENGHS)
|
Eksternal
(OPPERTUNITIES)
|
|
1. adanya
komitmen untuk mencapai visi dan misi
2. puskesmas
mempunyai struktur organisasi dan tupoksi yang jelas dan terarah
3. puskesmas
mempunyai tenaga kesehatan yang cukup
4. puskesmas
memiliki system manajemen yang jelas
5. puskesmas
memiliki kebijakan untuk meningkatka mutu pelayanan
|
1. minat
masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan puskesmas cukup tinggi
2. adanya
salah satu pilar dari tiga pilar pemerintah dalam meninigkatkan derajat
kesehatan masyarakat dengan adanya program pengobatan gratis
3. adanya
unit jarigan pelayanan dokter keluarga, prakter swasta untuk menyelengarakan
pelayanan paripurna dan bermutu bagi masyarakat
4. adanya
lembaga pendidiikan dan pelatihan tenaga kesehatan untuk meningkatkan
pengembangan peserta didik dalam meningkatkan profesionalisme
|
|
WEAKNESSES
|
THREATS
|
|
1. terbatasnya
dana program P2P sehingga cakupan program belum maksimal karena kurangnya
dukungan dari sector peningkatan upaya dan manajemen kesehatan terkait dari
kebijakan peran sector-sektor yang membiayai program
2. masih
dibutuhakan peningkatan SDM dalam bidang penyuluhan agar dapat member dampak
pelayanan yang meningkatkan
pengetahuan masyarakat
3. rendahnya
cakupan kualitas pelayanan di program kesling yang berperan untuk
meningkatkan upaya menciptakan lingkungan sehat, perilaku sehat serta
pemberdayaan masyarakat karena keterbatasan alokasi dan
|
1. rendanya
kesadaran masyarakat dalam PHBS karena dipengaruhi oleh factor social.
Ekonomi, pendidikan dan kebiasaan masyarakat sehingga mudah penularan
penyakit dan sulit melindungi diri dari ancaman penyakit
2. paradigmamasyarakat
lebih cenderung berioretasi kepada upaya penyembuhan penyakit dari pada
pencegahan penyakit sehingga terjadinya penularan penyakit sangat tinggi
khususnya TB Paru
3. adanya
perubahan iklim dan lancanya tranportasi mengakibatkan mudanya transisi epidemiologi
penyakit dan mengakibatkan mobilitas penduduk meningkat sehingga cenderung
terjadinya penyakit tertentu
|
Dari table diatas kita
mengetahui apa saja factor internal dan factor eksternal yang dimiliki
puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu, sehingga kita bisa menetukan masalah
C. PEMECAHAN
MASALAH
untuk memecahkan masalah yang terjadi
prioritas utama di Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu, maka mengunakan analisi
KAFE dan KAFI, namun sebelum itu dilakukan pembobotan factor internal dan
eksternal yang dimiliki oleh Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu
TABLE 10
ANALISIS PEMBOBOTAN
FACTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
PUSKESMAS LINGKAR BARAT
KOTA BENGKULU
|
No
|
Factor-faktor
internal stragenik
|
Bobot
|
Ranting
|
Skor
(3X4)
|
Kesimpulan
(priorotas)
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Kekuatan
(Strenghts)
Puskesmas
mimiliki visi dan misi yang jelas
Adanya
komitmen untuk mencapai visi dan misi
Puskesmas
struktur organisasi dan tupoksi yang jelas dan terarah
Puskesmas
mempunyai tenaga kesehatan yang cukup
puskesmas
memiliki system manajemen yang jelas
puskesmas
memiliki kebijakan untuk meningkatkan mutu pelayanan
adanya mini
lokakarya sebagai sarana untuk mengakses permasalahan program yang ada di
puskesmas
|
18
12
10
9
7
8
8
|
4
3
4
3
3
2
2
|
72
36
40
27
21
16
16
|
I
II
III
IV
V
VI
VII
|
|
1
2..
|
Kelemahan
(weaknesses) :
Terbatasnya
dana program P2P (TB Paru) sehinga cakupan program P2P (TB Paru) belum
maksimal arena kurangnya dukungan dari sector peningkatan upaya dan manajemen
kesehatan terkait dari kebijakan peran sector-sektor yang membiayai program.
Masih kurangnya peningkatan SDM dalam bidang penyulahan
Agar dapat
member dampak pelayanan yang professional serta dapat meningkat
|
12
9
|
4
3
|
48
27
|
I
II
|
Tabel 22
Kesimpulan analisis faktor
eksternal
|
No
|
Faktor-faktor eksternal strategic
|
Bobot
|
Rating
|
Skor (3x4)
|
Kesimpulan
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1
2
3
4
5
1
2
3
|
Peluang (Oppeartunities)
Minat masyarakat untuk mengakses
pelayanan kesehatan puskesmas cukup tinggi
Adanya salah satu pilar dari tiga
pilar pemerintah dalam meningkatakan derajat kesehatan masyarakat dg adanya
program pengobatan gratis dan program jemput sehat.
Adanya unit pelayanan dokter keluarga
peraktek swasta untuk menyelengarkan pelayanan paripurna dan bermutu bagi
masyarakat
Adanya lembaga pendidikan dan
pelatihan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengembangan peserta didik
dalam meningkatkan profesionalisme.
Adanya partisipasi mayarakat dalam
bidang kesehatan melalui UKBM
Ancaman(threats)
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam
PHBS karena dipengaruhi oleh fakto sosial,ekonomi,pendidikan dan kebiasaan
masyarakat sehingga mudah penularan penyakit dan sulit melindungi diri dari
ancaman penyakit.
Paradigma masyarakat lebih cendrung
berorientasi kepada upanya penyembuhan penyakit dari pada pencegahan penyakit
sehingga terjadi nya penularan penyakit sangat tinggi khususnya (TB Paru)
Adanya perubahan iklim dan lancarnya
transfortasi mengakibatkan mudahnya transisi epidemiologi penyakit dan
mengakibatkan mobilitas penduduk meningkat sehingga cederung terjadinya
penyakit tertentu.
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
|
Pemecahan prioritas masalah adalah
dengan menggunakan analisis kafe dan kafi sehingga dapat ditentukan
langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang
terjadi di Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu pada tahun 2009 memliliki cakupan wilayah kerja yang luas
yaitu kelurahan Kebun Keling, Jitra, Kebun Roos,
Berkas, Sumur Meleleh, Pasar Baru,
Pondok Besi, Pasar Melintang, Malabero.
1.
Prioritas masalah
yang terjadi di puskesmas lingkar barat adalah : rendahnya penanganan penyakit
menular, yaiu TB Paru. Belum adanya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih ,karena
kurangnya sarana dan prasarana promosi kesehatan. Rendahnya cakupan kualitas
promosi kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Karena
keterbatasan alokasi dana
2.
Pemecahan masalah
program P2M
dengan metode analisis kafe dan kafi yairu :
Meningkatkan
SDM untuk membangun kemitraan dengan dinas/intansi dan lintas sektor yang
bergerak dalam program upaya kesehatan khususnya program P2M, kesling, dan promkes serta sektor yang membidangi
bidang pembiayaan program sebagai kebijakan kegiatan untuk menanggulangi
masalah kesehatan,.menngkatkan jumlah jaringan pelayanana kesehatan pra/upaya
melalui jaringan pengobatan gratis. Dan meniningkatkan partisipasi masyarakat
dalam memberantas penyakit menular khususnya TB
Paru dengan melibatkan kader kader kesehatan.
B. Saran
1.
Puskesmas Pasar
Ikan harus berupaya semaksimal mungkinn untuk melaksanakan
program P2M
guna mengurangi penyebaran penyakit menular khususnya
TB Paru . Kemudian pihak pendukung harus mengalokasikan dana
yang cukup guna menunjang berjalannya program.
2.
Praktik pengalaman
belajar di lapangan ini seharusnya dapat
d laksanakan secara bertahap dan terus menerus oleh mahasiswa/i kesehatan
lainnya karena sangat berguna untuk menambah wawasan ,ilmu dan pengalaman
khususnya di bidang kesehatan.

Komentar
Posting Komentar