cth analisis program unggulan puskesmas (Kep. komunitas)

BAB III
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN
A.    Gambaran tempat peraktek
1.      Letak geografis
Puskesmas Basuki rahmsd adalah suatu kesatuan organisasi  kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masrakat, yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu dalam bentuk kegiatan pokok serta membina peran serta masyrakat diwilayah puskesmas Pasar Ikan.
Puskesmas Pasar Ikan mempunyai luas tanah 600 M2, luas bangunan 400 M2 dengan wilayah kerja seluruhnya 1.553 Km, terletak dipesisir pantai Kota Bengkulu kecamatan teluk Segara yang meliputi 9 kelurahan :
1.      Kebun Keling                       6. Jitra
2.      Kebun Roos                         7. Berkas
3.      Sumur Meleleh                     8. Pasar Baru
4.      Pondok Besi                         9. Pasar Melintang
5.      Malabero
bengkulu adapun batas-batas wilayah puskesmas lingkar barat adalah sebagai berikut :
a)      Sebelah utara : pelabuhan Tapak Padri
b)      Sebelah selatan : Kelurahan Angut Bawah
c)      Sebelah barat : Samudra Indonesia
d)     Sebelah timur : Kelurahan Pintu Batu


2.      VISI
Visi baru pembangunan kesehatan direfleksikan dalam bentuk motto yang berbunyi “Indonesia Sehat” .
Ditahun 2010 itu diharapkan akan tercapai tingkat kesehatan tertentu yang dilandasi oleh masyarakat yang :
1)      Hidup dalam lingkungan sehat
2)      Melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat
3)      Mampu menyediakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermut, sehingga memiliki derajat kesehatan yang tinggi.
Sedangkan visi Puskesmas Pasar Ikan adalah “ pembangunan dan pelayanan Kesehatan Masyarakat yang bermutu, merata dan terjangkau untuk mewujutkan Bengkulu Seahat dan mandiri tahun 2010”.
a.       MISI
Misi adalah tentang tugas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh pembangunan kesehatan dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan.
Misi tersebut adalah :
1)      Menggerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan
2)      Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3)      Memelihara danmeningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, serta
4)      Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat termasuk lingkungan.

b.      STRATEGI
Strategi yang diambil dalam mencapai misi dan visi yang telah ditetapkan adalah :
1)      Advokasi pembangunan yang berwawasan kesehatan untuk mendorong upaya promotif dan preventif program kesehatan yang lebih baik
2)      Meningkatkan jumlah dan mutu upaya kesehatan yan bersumber daya mesyarakat
3)      Mengembangkan pelayanan kesehatan masyrakat holostik, paripurna dan mengutamakan pelayanan promotif, preventif yang terpadu untuk mencapai prilaku dan lingkungan yang sehat
4)      Meningkatkan dan mematapkan sumber daya puskesmas dan sumber daya masyarakat untuk mencapai upaya kesehatan yang bermutu dan optimal
5)      Menberdayakan masyarakat, keluarga dan individu dalam meningkatkan pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.
3.      Kependudukan
                       Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan sebanyak 15.611 jiwa terdiri dari :
Laki- laki                     : 7680 jiwa
Perempuan                  : 7931 jiwa
Bayi                             : 302 jiwa
Balita                           : 2001 jiwa
Bumil                          : 437 jiwa
                       Dengan perbandingan sex ratio laki-laki perempuan = 10.052,16 orang/Km2
B. Komponen Organisasi
1. struktur organisasi puskesmas
Struktur organisasi puskesmas lingkar barat berbentuk berbentuk struktur fungional yang di kepalai oleh seorang dokter.susunan dalam organisasi ini meliputi pejabat fungsional yang terdiri dari :
a.       Unit I, meliputi program promosi kesehatan.
b.      Unit II, meliputi program kesehatan lingkungan.
c.       Unit III. Meliputi program KIA/ KB
d.      Unit IV, meliputi program gizi
e.       Unit V meliputi program P2M
f.       Unit VI, meliputi program pengobatan ( poli umum, gigi)
g.      Unit VII, program penunjang laboraturium
h.      Unit VIII, apotik
i.        Unit IX, PPTM
2. tugas poko dan fungsi puskesmas
Puskesmas sebagai pusat pembangunan kesehatan dan ujung tombak pelayanan kesehatan berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan peayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyelururh dan terpadu di wilayah kerjanya.
Berikut adalah tugas pokok dan fungsi dari tiap unit organisasi puskesmas perawatan lingkar barat :


a.       Poli umum
Tugas pokok
1)       Melakukan pelayanan kesehatan dan pengobatan
2)      Menjaga kelancaran kegiatan poli umum
3)      Menyusun permintaan alat dan bahan medis habis pakai poli umum
4)      Menyusun dan menmpilkan data sepuluh penyakit terbanyak di poli umum
5)      Mendata jumlah kunjungan poli umum
6)      Memberikan pelayanan rujukan ke rsud/ rsjk jika di perlukan
b.      Poli gigi
Tugas pokok
1)      peyananan terhadap pasien di poli ggi
2)      Melakukan pelayanan pencabutan gigi dan penambahan gigi
3)      Melakukan pencatatan data pasien di poli gigi
4)      Melakukan pelayanan rujukan
c.       Poli KIA/KB
Tugas pokok
1)      Melakukan pemeriksaan bumil
2)      Melakukan pengobatan bu,il dengan gangguan kesehatan
3)      Melakukan penkes terhadap bumil
4)      Menangani ibu bersalin
5)      Melakukan pelayanan kesahtan pada bayi dan anak balita
Tugas pokok poli anak
1)      Melakukan upaya kesehatan dan pengobatan pda balita dan anak pra sekolah
2)      Melakukan pendekatan usia sekolah
3)      Melakukan keehatan anak khusus
4)      Melakukan MTBS ( manajemen terpadu balita sakit)
Tugas pokok poli KB
1)      Melakukan pelayanan kontraepsi
2)      Melakukan penyuluhan terhadap penggunaan kontrasepsi
3)      Pelayanan konsultasi kb
4)      Pelayanan pemasangan inplant
5)      Pelayanan kb kondom
6)      Pelayanan suntik kb
d.      Unit promosi kesehatan
Tugas pokok
1)      Melakukan penyuluhan terhadap masyarakat
2)      Melakukan peltaihan dan pembinaan posyandu
3)      Penyuluhan posyandu balita dan posyandu lansia
4)      Pembinaan home industri, pengobatan tradisiobal dll
e.       Poli pncegahan penyakit menular ( P2M)
Tugas pokok
1)      Membekan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit menular
2)      Melakukan [encegahan penyakit menular
3)      Melakukan pengobatan jika terjadi wabah penyakit menular


f.       Poli kesehatan lingkungan
Tugas pokok
1)      Melakukan pemeriksaan sarana air bersih
2)      Melakukan pengawasan terhdap mkanan dan minuman
3)      Melakukan pengawasan terhdap snitasi lingkungan
g.      Laboraturium
Tugas pokok
1)      Menyusun rencana kerja laboraturium
2)      Melakukan pemeriksaan darah
3)      Melakukan pemeriksaan urine
4)      Melakukan pemeriksaan BTA
5)      Menyusun laporan bulanan laboraturium
C. Sumber Daya Manusia
1. ketenagaan
Tabel 1
Jumlah sumber daya manusia
Di wilayah kerja puskesmas lingkar barat kota bengkulu 2011-07-01

no
Jenis tenaga
Jumlah
PNS
CPNS
1
Dokter umum
2
2
-
2
Dokter gigi
1
-
1
3
Apoteker
-
-
-
4
S1 ilmu kesehatan
7
6
1
5
S1 Ilmu lain
1
1
-
6
Pramedis keperawatan/Bidan
21
18
3
7
Paramedis non keperawatan 
4
4
-
8
Tenaga kesehatan lain
1
1
-
9
Tenaga non kesehatan
-
-
-

Total
37
32
5





Sumber : PKM Pasar Ikan
Analisa : Dari Data diatas tenaga yg ada disetiap pelayanan sudah mencakupi.
2. pendidikan
Tabel 2
Komposisi tingkat pendidikn masyarakat di wilayah kerja puskesmas lingkar barat kota bengkulu tahun 2010
no
Tingkat pendidikan              
Jumlah
1
Buta hurup
0
2
Sekolah dasar
2115 orang(25,50%)
3
SLTP
3170 orang(38,21 %)
4
SLTA
2304 orang(27,81%)
5
PT
706 orang(8,51%)
Total
100%
Sumber : profil kesehatan PKM lingkar barat tahun 2009
3.Mata Pencarian
            Mata pencarian penduduk wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan yang terbanyak adalah Pegawai Negeri / ABRI disusul padagang, Buruh serta Nelayan dan sebagian kecil bermata pencarian.
4.sarana dan prasarana

Tabel 3
Jumlah puskesmas pembantu dan posyandu di wilayah kerja PKM lingkar barat kota bengkulu tahun 2010
no
puskesmas
Jumlah kelurahan
Jumlah posyandu
Jumlah pustu
Puskesmas keliling
ket

Baik
Rusak
1
Lingkar barat
9
15
5
1
-
-


Tabel 4
Sarana dan prasarana pendu
kung di wilayah kerja PKM Pasar Ikan kota bengkulu tahun 2009
no
Sarana dan prasarana
Jenis
Jumla
1
Sarana pendidikan
TK
SD
SLTP
SLTA
Akademi/ PT
6
9
2
1
1
2
Sarana pelayanan keshatan
Praktek bidan
Praktek dokter
9
5
3
Sarana sosial dan tempat umum
Mesjid
Mushala
Kantor
Gereja
21
1
10
2
Sumber : profil kesehatan PKM Pasar Ikan tahun 2009

D. Pelayanan Puskesmas
1. situasi khusus
Gambaran situasi khusus dari beberapa kegiatan pelayanan kesehatan pada puskesmas dalam praktek belajar lapangan  ( PDL) di PKM lingkar barat kota bengkulu dapat di lihat dari bebrapa tabel di bawah ini.

Tabel 5
Data sepuluh besar penyakit terbanyak pada pkm Pasr Ikan tahun 2009
no
Jenis penyakit
Jumlah
Perkiraan Angka kesakitan/1000
POD
1
Ispa Non Pneumoni
7148
76,57
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Malaria Klinis
Diare
Malari Vivax
Bronchitis
TB. BTA
Disentri
DHP
Pneumoni
Campak
1310
708
50
49
25
19
11
11
4
14,03
7,58
0,54
0,52
0,27
0,20
0,12
0,12
0,04
Jumlah
9.335

Sumber : profil kesehatan PKM Pasar Ikan tahun 2009
Tabel 6
Angka Penemuan Kasus / Penderita Penyakit TB Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu
Tahun 2009
No
Kelurahan
Suspek
BTA
(+)
Rongen +
BTA (-)
Kambuh
Anak
Total
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Malabro
Kebun Keling
Pondok Besi
Kebun Roos
Sumur Meleleh
Jitra
Pasar Melintang
Pasar Baru
Berkas
Luas Wilayah
41
16
21
15
17
25
17
13
8
42
5
1
2
-
3
1
1
2
3
4
1
-
-
1
-
-
-
2
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
-
1
1
-
-
-
-
-
-
48
17
24
17
20
26
18
17
13
48


235
22
6
-
3
250

Tabel 7
Angka Penemuan BTA Positif kasus baru menurut Glongan Umur dan Jenis kelamin Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu
Tahun 2009
no
kelurahan
0-14
15-24
25-34
35-44
45-54
55-64
>65
Total
Lk
Pr
Lk
Pr
Lk
Pr
Lk
Pr
Lk
Pr
Lk
Pr
Lk
Pr
Lk
Pr
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Malabro
Kebun Keling
Pondok Besi
Kebun Roos
Sumur melele
Jitra
Pasar Melintang
Pasar melintang
Berkas
Luas Wilayah
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
1
-
-
-
-
-
-
-
-
2
-
-
-
-
-
-
1
-
1
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
1
1
1
-
-
-
-
-
1
2
1
-
-
-
1
-
-
-
2
-
-
-
1
1
-
-
-
-
-
-
1
-
-
1
-
-
-
1
-
-
-
-
-
-
-
1
1
-
-
1
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
-
-
1
-
1
-
-
1
1
1
1
-
-
-
-
-
-
-
-
1
4
-
1
1
2
-
-
2
3
4
2
1
2
1
-
1
2
-
2
8

Jumlah

1
3
3
1
6
4
2
3
3
1
2
5
2
17
19


A.    Prioritas Masalah
metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif delbeg
TABEL 8
PENETUAN PRIORITAS MASALH DENGAN METODE DELBEG
Internsi masalah
Kriteria dan bobot maksimum
Jumlah skor urutan prioritas

besar masalah
Kegawatan
Biaya
Kemudahan
Bobot rata-rata
8
8
6
7
jumlah

Rendanya cakupan dalam kualitas program kesling dalam menciptakan lingkungan sehat, perilaku sehat, serta memberdayakan masyarakat karena keterbatasan alokasi dana
7X8=56
7X8=56
7X6=42
5X7=35
189
III
Rendanhya penaganan program pemberatasan penyakit (P2P) khusunya penyakit menular dengan tingginya angka kesakitan penyakit DBD
8x8=64
9x8=72
5x6=30
7x7=42
208
I
belum adanya perubahan paradigm untuk ber-prilaku hidup bersih dan sehat karena kurangnya SDM serana dan promosi kesehatan
7x8=56
8x8=68
5x6=30
6x7=42
192
III

Setelah dilakukan pembobotan prioritas masalah di puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu dengan mengunakan matriks SWOT , maka urutan prioritas masalah di puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu yaitu :
1.      Rendanhya penaganan program pemberatasan penyakit (P2P) khusunya penyakit menular dengan TB Paru
2.      Belum adanya perubahan paradigm untuk berprilaku hidup bersih dan sehat karena kuranganya SDM, saran dan penasaran promosi kesehatan
3.      Rendahnya cakupan kualitas pelayanan di program kesling dalam menciptakan lingkungan sehat, perilaku sehat, serta memberdayakan masyarakat karena keterbatasan alokasi dana
Untuk mengindetifikasi factor internal dan eksternal prioritas masalh di puskesmas Pasar Ikan yaitu pada program P2P maka, dilakukan pengindintifikasian melalui table analisis factor internall dan eksternal
B.     ANALISIS PELAKSANAN PROGRAM UNGGULAN
(PENDEKATAN ANALISI SWOT)
TABLE 9
ANALISA FACTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
PROGRAM TB Paru
Internal
(STRENGHS)
Eksternal
(OPPERTUNITIES)
1.      adanya komitmen untuk mencapai visi dan misi
2.      puskesmas mempunyai struktur organisasi dan tupoksi yang jelas dan terarah
3.      puskesmas mempunyai tenaga kesehatan yang cukup
4.      puskesmas memiliki system manajemen yang jelas
5.      puskesmas memiliki kebijakan untuk meningkatka mutu pelayanan

1.      minat masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan puskesmas cukup tinggi
2.      adanya salah satu pilar dari tiga pilar pemerintah dalam meninigkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan adanya program pengobatan gratis
3.      adanya unit jarigan pelayanan dokter keluarga, prakter swasta untuk menyelengarakan pelayanan paripurna dan bermutu bagi masyarakat
4.      adanya lembaga pendidiikan dan pelatihan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengembangan peserta didik dalam meningkatkan profesionalisme

WEAKNESSES
THREATS
1.      terbatasnya dana program P2P sehingga cakupan program belum maksimal karena kurangnya dukungan dari sector peningkatan upaya dan manajemen kesehatan terkait dari kebijakan peran sector-sektor yang membiayai program
2.      masih dibutuhakan peningkatan SDM dalam bidang penyuluhan agar dapat member dampak pelayanan  yang meningkatkan pengetahuan masyarakat
3.      rendahnya cakupan kualitas pelayanan di program kesling yang berperan untuk meningkatkan upaya menciptakan lingkungan sehat, perilaku sehat serta pemberdayaan masyarakat karena keterbatasan alokasi dan
1.      rendanya kesadaran masyarakat dalam PHBS karena dipengaruhi oleh factor social. Ekonomi, pendidikan dan kebiasaan masyarakat sehingga mudah penularan penyakit dan sulit melindungi diri dari ancaman penyakit
2.      paradigmamasyarakat lebih cenderung berioretasi kepada upaya penyembuhan penyakit dari pada pencegahan penyakit sehingga terjadinya penularan penyakit sangat tinggi khususnya TB Paru
3.      adanya perubahan iklim dan lancanya tranportasi mengakibatkan mudanya transisi epidemiologi penyakit dan mengakibatkan mobilitas penduduk meningkat sehingga cenderung terjadinya penyakit tertentu

Dari table diatas kita mengetahui apa saja factor internal dan factor eksternal yang dimiliki puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu, sehingga kita  bisa menetukan masalah

C.     PEMECAHAN MASALAH
untuk memecahkan masalah yang terjadi prioritas utama di Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu, maka mengunakan analisi KAFE dan KAFI, namun sebelum itu dilakukan pembobotan factor internal dan eksternal yang dimiliki oleh Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu














TABLE 10
ANALISIS PEMBOBOTAN FACTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
PUSKESMAS LINGKAR BARAT KOTA BENGKULU

No
Factor-faktor internal stragenik
Bobot
Ranting
Skor
(3X4)
Kesimpulan
(priorotas)
1
2
3
4
5
6


1.


2.


3.


4.


5.


6.




7.

Kekuatan (Strenghts)

Puskesmas mimiliki visi dan misi yang jelas
Adanya komitmen untuk mencapai visi dan misi
Puskesmas struktur organisasi dan tupoksi yang jelas dan terarah
Puskesmas mempunyai tenaga kesehatan yang cukup
puskesmas memiliki system manajemen yang jelas
puskesmas memiliki kebijakan untuk meningkatkan mutu pelayanan
adanya mini lokakarya sebagai sarana untuk mengakses permasalahan program yang ada di puskesmas



18


12


10


9


7


8




8


4


3


4


3


3


2




2


72


36


40


27


21


16




16


I


II


III


IV


V


VI




VII



1








2..
Kelemahan (weaknesses) :

Terbatasnya dana program P2P (TB Paru) sehinga cakupan program P2P (TB Paru) belum maksimal arena kurangnya dukungan dari sector peningkatan upaya dan manajemen kesehatan terkait dari kebijakan peran sector-sektor yang membiayai program. Masih kurangnya peningkatan SDM dalam bidang penyulahan
Agar dapat member dampak pelayanan yang professional serta dapat meningkat


12









9


4









3



48









27


I









II
Tabel 22
Kesimpulan analisis faktor eksternal
No
Faktor-faktor eksternal strategic
Bobot
Rating
Skor (3x4)
Kesimpulan
1
2
3
4
5
6


1

2




3



4



5


1





2




3
Peluang (Oppeartunities)

Minat masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan puskesmas cukup tinggi
Adanya salah satu pilar dari tiga pilar pemerintah dalam meningkatakan derajat kesehatan masyarakat dg adanya program pengobatan gratis dan program jemput sehat.
Adanya unit pelayanan dokter keluarga peraktek swasta untuk menyelengarkan pelayanan paripurna dan bermutu bagi masyarakat
Adanya lembaga pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengembangan peserta didik dalam meningkatkan profesionalisme.
Adanya partisipasi mayarakat dalam bidang kesehatan melalui UKBM

Ancaman(threats)
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam PHBS karena dipengaruhi oleh fakto sosial,ekonomi,pendidikan dan kebiasaan masyarakat sehingga mudah penularan penyakit dan sulit melindungi diri dari ancaman penyakit.
Paradigma masyarakat lebih cendrung berorientasi kepada upanya penyembuhan penyakit dari pada pencegahan penyakit sehingga terjadi nya penularan penyakit sangat tinggi khususnya (TB Paru)
Adanya perubahan iklim dan lancarnya transfortasi mengakibatkan mudahnya transisi epidemiologi penyakit dan mengakibatkan mobilitas penduduk meningkat sehingga cederung terjadinya penyakit tertentu.





Jumlah




Pemecahan prioritas masalah adalah dengan menggunakan analisis kafe dan kafi sehingga dapat ditentukan langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu




















BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Puskesmas Pasar Ikan kota Bengkulu pada tahun 2009 memliliki cakupan wilayah kerja yang luas yaitu kelurahan Kebun Keling, Jitra, Kebun Roos, Berkas, Sumur Meleleh,  Pasar Baru, Pondok Besi, Pasar Melintang, Malabero.
1.      Prioritas masalah yang terjadi di puskesmas lingkar barat adalah : rendahnya penanganan penyakit menular, yaiu TB Paru. Belum adanya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih ,karena kurangnya sarana dan prasarana promosi kesehatan. Rendahnya cakupan kualitas promosi kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Karena keterbatasan alokasi dana
2.      Pemecahan masalah program P2M dengan metode analisis kafe dan kafi yairu :
Meningkatkan SDM untuk membangun kemitraan dengan dinas/intansi dan lintas sektor yang bergerak dalam program upaya kesehatan khususnya program P2M, kesling, dan promkes serta sektor yang membidangi bidang pembiayaan program sebagai kebijakan kegiatan untuk menanggulangi masalah kesehatan,.menngkatkan jumlah jaringan pelayanana kesehatan pra/upaya melalui jaringan pengobatan gratis. Dan meniningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberantas penyakit menular khususnya TB Paru dengan melibatkan kader kader kesehatan.
B.     Saran
1.      Puskesmas Pasar Ikan harus berupaya semaksimal mungkinn untuk melaksanakan program P2M guna mengurangi penyebaran penyakit menular khususnya TB Paru . Kemudian pihak pendukung harus mengalokasikan dana yang cukup guna menunjang berjalannya program.
2.      Praktik pengalaman belajar di  lapangan ini seharusnya dapat d laksanakan secara bertahap dan terus menerus oleh mahasiswa/i kesehatan lainnya karena sangat berguna untuk menambah wawasan ,ilmu dan pengalaman khususnya di bidang kesehatan.









Komentar

Postingan Populer