contoh PRE PLANNING HOME VISIT keperawatan jiwa
PRE PLANNING HOME VISIT
A.
Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan kesehatan pelayanan keperawatan
kepada klien yang mengalami gangguan jiwa. Dukungan dari pihak keluarga
merupakan unit yang paling dekat dengan klien serta keluarga berperan dalam
menentukan cara atau asuhan yang diperlukan bagi klien dengan gangguan jiwa
kepada keluarga mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh klien dan mencegah
terjadinya kekambuhan.
B.
Tujuan
1.
Tujuan umum
Untuk
melengkapi dan mengklasifikasi data yang didapat dari klien serta melakukan
asuhan keperawatan, yaitu memberikan penyuluhan kesehatan jiwa kepada keluarga
khususnya keperawatan yang dihadapi klien.
2.
Tujuan khusus
a.
Mengidentifikasi
riwayat kesehatan klien yaitu :
a). Riwayat penyakit yang diderita klien baik sebelum
maupun sesudah dirawat di RSJ.
b). Mengidentifikasi riwayat kesehatan keluarga, apakah
ada yang menderita gangguan jiwa.
c). Mengidentifikasi tentang klien, apakah klien
mempunyai masalah dalam keluarga, lingkungan, masyarakat, tempat kerja.
b. Mengklasifikasi data yang didapat dari klien dan
keluarga
a). Melakukan intervensi (Penkes) kepada keluarga tentang
perawatan klien.
b). Menjelaskan
kepada keluarga tentang penyakit yang dialami klien dan cara mengatasinya.
c). Mengajukan
kepada keluarga untuk siap dan dapat menerima klien sebagai anggota keluarga
untuk dapat memenuhi kebutuhan klien.
d). Menganjurkan
keluarga untuk memberikan kesempatan kepada klien mencurahkan perasaannya.
e). Menganjurkan
kepada keluarga untuk memberikan aktifitas/kesibukan sesuai dengan kemampuan
klien.
f). Menganjurkan
kepada klien agar terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluarga
(mengunjungi klien).
C.
Pelaksanaan
kegiatan
Hari : SENIN
Pukul : 10.00 WIB s/d
Tempat : jln
gedang RT 14
Petugas
Petugas yang
melakukan homevisite adalah mahasiswa POLTEKKES PROVINSI BENGKULU JURUSAN
KEPERAWATAN yang sedang praktek klinik di RSJKO yaitu kelompok 4 terdiri dari :
1.
Agustia ningsih
2.
Lilies maini
3.
Amelia gustari
4.
Andika mulya
5.
Aprinosi ishwayudi
D.Strategi
Pelaksanaan
1. Perkenalan
a. menyebutkan nama, asal, pendidikan dan
tujuan
b. menanyakan identitas keluarga
2. Intervensi
a. Mengidentifikasi riwayat kesehatan klien
yaitu :
a). Riwayat penyakit yang diderita klien
baik sebelum maupun sesudah di rawat di
RSJKO
b).
Mengidentifikasi riwayat kesehatan keluarga, apakah ada yang mengalami gangguan
jiwa
c).
Mengidentifikasi tentang klien, apakah klien mempunyai masalah dalam keluarga,
lingkungan, masyarakat, tempat kerja, stres dan lain-lain
b.
Mengklasifikasikan data yang didapat dari klien dan keluarga
c.
Melakukan intervensi (penkes) kepada keluarga cara perawatan klien
d.
Menganjurkan kepada keluarga untuk siap dan dapat menerima klien sebagai
anggota keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan klien
e.
Menganjurkan keluarga untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mencurahkan
perasaanya kepada keluarganya
f.
Menganjurkan kepada keluarga untuk memberikan aktifitas/kesibukan sesuai dengan
kemampuan klien
g.
Menganjurkan kepada klien agar terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan
keluarga (mengunjungi klien).
3. Evaluasi
Keluarga dapat
menyebutkan kembali definisi, penyebab, tanda dan gejala halusinasi terhadap
klien di rumah
a.
Keluarga dapat
menerima klien apa adanya
b.
Keluarga dapat
membina hubungan baik dengan klien
c.
Keluarga dapat
mengenal tentang isolasi sosial/menarik diri yang terjadi pada anggota
keluarganya
d.
Keluarga dapat
membantu anggota keluarga dalam mengontrol halusinasinya
e.
Keluarga dapat
memanfaatkan obat dengan baik.
SATUAN PEMBELAJARAN (SATPEL)
Pokok Bahasan :
Halusinasi Pendengaran
Sasaran :
keluarga ny S
Hari/tgl :Minggu,
7 agustus 2011
Waktu :
10,00 wib s/d
Tempat :
jln gedang RT 14
A.
Tujuan
1.
Tujuan Instruksi
Umum
Setelah
mengikuti penkes kurang lebih selama 60 menit, keluarga klien dapat mengetahui
dan memahami tentang Halusinasi
2.
Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah
mengikuti penkes keluarga klien dapat :
a.
Mengerti tentang
pengertian halusinasi dengan benar
b.
Mengerti tentang
penyebab halusinasi dengan benar
c.
Mengerti tentang
tanda-gejala halusinasi dengan benar
B.
Metode
1.
Ceramah
2.
Diskusi
C.
Media
1.
Lembar balik
2.
Kegiatan belajar
|
Tahap
|
Kegiatan pemberi
materi
|
Kegiatan sasaran
|
Media
|
|
Pendahuluan
Penyajian
Penutup
|
1.
Memberikan
salam, memperkenalkan diri dan kontrak waktu
2.
Menjelaskan
materi yang akan disampaikan
3.
Menjelaskan
TIU dan TIK
4.
Menjelaskan
pengertian halusinasi
5.
Menjelaskan
tanda gejala dan rentang respon halusinasi
6.
Menanyakan
kembali kepada keluarga mengenai pengertian dan rentang respon halusinasi
7.
Memberi
pujian atas jawaban dari keluarga tersebut serta menyimpulkan kembali jawaban
dari keluarga
8.
Menjelaskan
akibat dan penyebab halusinasi
9.
Menjelaskan
cara perawatan di rumah
10. Melakukan evaluasi
a. Memberikan kesempatan keluarga untuk bertanya
b. Menjawab pertanyaan keluarga
11. Menyimpulkan materi yang disampaikan
12. Mengucapkan salam
|
Menjawab salam
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Menjawab pertanyaan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Bertanya
Memperhatikan
Menjawab
Memperhatikan
Menjawab salam
|
Lembar balik
Lembar balik
Lembar balik
Lembar balik
Lembar balik
Lembar balik
Lembar balik
|
D.
Evaluasi
a.
Keluarga dapat
mengetahui pengertian halusinasi
b.
Keluarga dapat mengetauhi
penyebab halusinasi
c.
Keluarga dapat
mengetahui tanda dan gejala dari halusinasi
BAB II
LANDASAN TEORI
I.
Masalah Utama
Halusinasi
Pendengaran
II.
Proses Terjadinya
Masalah
A.
Pengertian
a) Halusinasi
adalah suatu keadaan dimana individu mengalami suatu perubahan dalam jumlah
atau pola rangsang yang mendekat baik yang dimulai secara eksternal maupun
internal di sertai dengan respon yang berkurang di besar besarkan,distorsi atau
kerusakan rangsang tertentu (Towsend, 1998)
b) Halusinasi
pendengaran adalah mendengar suara suara, sering mendengar suara-suara orang
orang berbicara atau membicarakannya, suara tersebut biasanya familiar (Cancro
dan Lehman,2000)
c) Halusinasi
adalah perubahan persepsi yang timbul tanpa stimulus eksternal serta tanpa
melibatkan sumber dari luar yang meliputi semua system panca indera
d) Halusinasi
adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan
sensori persepsi merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan,
perabaan, atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada.
B. Gangguan
persepsi sensori merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan
pada pasien gangguan jiwa dengan Tanda dan gejala
1. Bicara
atau tertawa sendiri
2. Marah-marah
tanpa sebab
3. Menyendengkan
telinga ke arah tertentu
4. Menutup
telinga
5. Mendengar
suara-suara atau kegaduhan
6. Mendengar
suara yang mengajak bercakap-cakap
7. Mendengar
suara menyuruh melakukan sesuatu yang berbahaya
8. Merusak
diri sendiri, orang lain dan lingkungan
9. Tidak
dapat membedakan hal yang nyata dan hal yang tidak nyata
10. Sikap
curiga, ketakutan, jengkel.
11. Ekspresi
wajah tegang
12. Penbicaraan
kacau dan tidak masuk akal
13. Mudah
tersinggung
14. Bernusuhan
15. Menarik
diri
C. Rentang
respons
Pikiran logis Pikiran menyimpang Kelainan fikir/delusi
Persepsi akurat Ilusi
Halusinasi
Emosi konsisten Reaksi emosional Ketidakmampuan untuk
Perilaku sesuai berkurang atau berlebih untuk mengalami emosi
Hubungan social Perilaku ganjil atau tak lazim Ketidakteraturan
Yang harmonis Menarik diri Isolasi
sosial
a. Pikiran
logis yaitu ide yang berjalan secara logis dan koheren.
b. Persepsi
akurat yaitu proses diterimanya rangsang melalui panca indera yang di dahului
olehperhatian sehingga individu sadar tentang sesuatu yang ada didalam maupun
diluar dirinya.
c. Emosi
konsisten yaitu manifestasi perasaan yang konsisten atau afek keluar disertai
banyak komponen fisiologik dan biasanaya berlangsung tidak lama
d. Perilaku
sesuai yaitu perilakuindividu berupa tindakan nyata dalam penyesuaian masalah
masih dapat diterima oleh norma-norma social dan budaya umum yang berlaku.
e. Hubungan
social harmonis yaitu hubungan yang dinamis menyangkut hubungan antara individu
dan kelompok dalam bentuk kerja sama.
f. Proses
fikir (ilusi) yaitu manifestasi dari persepsi impuls eksternal melalui alat
panca indera yang memproduksi gambaran sensorik pada area tertentu di otak
maupun kemudian di interpretasi sesuai dengan kejadian yang telah dialami
sebelumnya.
g. Emosi
berlebihan/ kurang yaitu manifestasi perasaan atau afek keluar atau berlebihan
h. Menari
diri yaitu percobaan untuk menghindar interaksi dengan orang lain
i.
Isolasi social yaitu menghindar
dan dihindari oleh lingkungan social dalam berinteraksi.
D.Faktor
predisposisi
1.
Factor perkembangan
terlambat
a)
Usia bayi tidak
terpenuhi kebutuhan makanan, minum dan rasa aman
b)
Usia balita tidak
terpenuhi kebutuhan ekonomi
c)
Usia sekolah mengalami
peristiwa yang tidak terselesaikan.
2.
Factor komunikasi dalam
keluarga
a)
Tidak ada komunikasi
b)
Tidak ada kehangatan
c)
Komunikasi dengan emosi
yang berlebihan
3.
Factor social budaya
Isolasi social
pada usia lanjut , cacat, sakit kronis, tuntutan lingkungan yang terlalu
tinggi.
4.
Factor psikologis
Mudah kecewa,
mudah putus asa, kecemasan tinggi, menutup diri, ideal diri rendah, identitas
tidak jelas, krisis peran.
5.
Factor biologis
Adanya kejadian
terhadap fisik, atropi otak, pembesaran ventrikel, perubahan besar dan bentuk
sel kortek dan limbik
6.
Faktor
genetic
E.
Faktor presipitasi
1.
Berlebihnya proses
informasi pada system saraf yang menerima dan memproses informasi di thalamus dan informasi otak.
2.
Mekanisme penghantaran
listrik di syaraf terganggu (mekanisme abnormal)
3.
Gerak pemicu kesehatan
lingkungan, nutrisi kurang,kurang tidur, adanya hubungan yang brmusuhan,
tekanan, isolasi, persaan tidak berguna, putus asa dan tidak berdaya.
F.
Masalah Keperawatan
1.
Perubahan persepsi
sensori : halusinasi
2.
Resiko mencederai diri sendiri,orang
lain dan lingkungan
3.
Isolasi social menarik
diri
4.
Gangguan konsep diri :
Harga diri rendah
5.
Intoleransi aktivitas
6.
Deficit perawatan diri
G.
Diagnosa
keperawatan
Halusinasi
pendengaran
H.
Cara merawat klien
dengan halusinasi
a). Untuk klien
1.
Membina hubungan
saling percaya
2.
Membantu pasien
mengenali halusinasi
3.
Melatih
pasien mengontrol halusinasi
a)
Menghardik halusinasi
b)
Bercakap-cakap dengan
orang lain
c)
Melakukan aktivitas
yang terjadwal
d)
Menggunakan obat secara
teratur
b). Untuk keluarga
1.
Keluarga mengetahui
masalah halusinasi dan dampaknya pada klien
2.
Keluarga mengetahui
penyebab halusinasi
3.
Sikap keluarga
untuk membantu klien mengatasi halusinasinya
4.
Keluarga mengetahui
pengobatan yang benar untuk klien
5.
Keluarga mengetahui
tempat rujukan dan fasilitas kesehatan yang tersedia bagi klien
HASIL HOME VISIT
Identitas pasien :
Nama :
Srika
Jenis kelamin :
perempuan
Alamat :
jln gedang RT 14
Penanggung jawab :
Nama :
Jenis kelamin :
Alamat :
Hub. Dengan klien :
Tujuan dilakukan home visit :
1.
Tujuan umum :
Untuk melengkapi dan mengklasifikasi data yang didapat
dari klien serta melakukan asuhan keperawatan, yaitu memberikan penyuluhan
kesehatan jiwa kepada keluarga khususnya yang dihadapinya.
2.
Tujuan khusus :
a.
Mengidentifikasi
riwayat kesehatan klien
a)
Riwayat penyakit
yang diderita klien sebelum maupun sesudah dirawat di Rsj.
b)
Sebelum di rawat di
RSJKO bengkulu, apa penyebab klien sampai di bawa
ke RSj
c). Pasien masuk ke RSJKO dengan keluhan sering menggangu
perempuan, suka menyendiri dan mengoceh sendiri
d). Mengidentifikasi riwayat kesehatan keluarga, apakah
ada yang menderita gangguan jiwa
e). Mengidentifikasi tetang klien apakah klien mempunyai
masalah dalam keluarga, lingkungan, masyarakat, tempat kerja
b. Mengklasifikasi data yang didapat dari klien dan keluarga
a. melakukan
intervensi kepada keluarga tentang perawatan klien
a)
Keluarga selalu
membina hubungan saling percaya kepada klien
b)
Keluarga tidak
pernah mmembiarkan klien sendiri, tetapi klien ingin menyendiri
c)
Pasien selalu minum
obat secara teratur di rumah, bila putus obat klien kembali mengalami gangguan
jiwa.
b.
Menjelaskan kepada
keluarga tentang penyakit yang dialami klien dan cara mengatasinya, dan
keluarga klien tampaknya mengerti
3. Kesulitan yang dihadapi keluarga adalah dalam memperoleh
obat-obatan, karena kalau tidak ada obat maka klien akan kembali mengalami
gangguan jiwa.
PROPOSAL HOME VISIT
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Untuk Diadakannya Home Visit dengan Halusinasi Pendengaran

Disusun Oleh :
1.
Agustia ningsih
2.
Lilis maini
3.
Amelia gustari
4.
Andika mulya
5.
Aprinosi iswahyudi
POLITEKNIK
KESEHATAN PROVINSI BENGKULU
JURUSAN KEPERAWATAN
2011
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal ini telah diperiksa
dan disetujui untuk dilakukan Home Visit
Bengkulu, Agustus 2011
Mengetahui,
Pembimbing
Lahan
CI Ruang Anggrek
(tetih
wahidah, S.Kep)
PROPOSAL HOME VISIT
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Untuk Diadakannya Home Visit dengan Halusinasi Pendengaran

Disusun Oleh :
1.
Eka lidia wati
2.
Mirna wati
3.
Eko jaya putra
4.
Meitiara hasanah putri
POLITEKNIK
KESEHATAN PROVINSI BENGKULU
JURUSAN KEPERAWATAN
2011
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal ini telah diperiksa
dan disetujui untuk dilakukan Home Visit
Bengkulu, Agustus 2011
Mengetahui,
Pembimbing
Lahan
CI Ruang Anggrek
(tetih
wahidah S.Kep)
HASIL HOME VISIT
Identitas pasien :
Nama :
Siti kadijah
Jenis kelamin :
perempuan
Alamat :
anggut dalam RT 36
Penanggung jawab :
Nama :
Jenis kelamin :
Alamat :
Hub. Dengan klien :
Tujuan dilakukan home visit :
4.
Tujuan umum :
Untuk melengkapi dan mengklasifikasi data yang didapat
dari klien serta melakukan asuhan keperawatan, yaitu memberikan penyuluhan
kesehatan jiwa kepada keluarga khususnya yang dihadapinya.
5.
Tujuan khusus :
c.
Mengidentifikasi
riwayat kesehatan klien
c)
Riwayat penyakit
yang diderita klien sebelum maupun sesudah dirawat di Rsj.
SATUAN PEMBELAJARAN (SATPEL)
Pokok Bahasan :
Halusinasi Pendengaran
Sasaran :
keluarga ny S
Hari/tgl :Senin,
8 agustus 2011
Waktu :
10,00 wib s/d
Tempat :
jln gedang RT 14
I.
Tujuan
3.
Tujuan Instruksi
Umum
Setelah
mengikuti penkes kurang lebih selama 60 menit, keluarga klien dapat mengetahui
dan memahami tentang Halusinasi
4.
Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah
mengikuti penkes keluarga klien dapat :
d.
Mengerti tentang
pengertian halusinasi dengan benar
e.
Mengerti tentang
penyebab halusinasi dengan benar
f.
Mengerti tentang
tanda-gejala halusinasi dengan benar
J.
Metode
3.
Ceramah
4.
Diskusi
K.
Media
3.
Lembar balik
4.
Kegiatan belajar
b). Menjelaskan
kepada keluarga tentang penyakit yang dialami klien dan cara mengatasinya.
c). Mengajukan
kepada keluarga untuk siap dan dapat menerima klien sebagai anggota keluarga
untuk dapat memenuhi kebutuhan klien.
d). Menganjurkan
keluarga untuk memberikan kesempatan kepada klien mencurahkan perasaannya.
e). Menganjurkan
kepada keluarga untuk memberikan aktifitas/kesibukan sesuai dengan kemampuan
klien.
f). Menganjurkan
kepada klien agar terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluarga
(mengunjungi klien).
D.
Pelaksanaan
kegiatan
Hari : MINGGU
Pukul : 10.00 WIB s/d
Tempat : Anggut
dalam RT 36
Petugas
Petugas yang
melakukan homevisite adalah mahasiswa POLTEKKES PROVINSI BENGKULU JURUSAN
KEPERAWATAN yang sedang praktek klinik di RSJKO yaitu kelompok 4 terdiri dari :
1.
Eka lidia wati
2.
Eko jaya putra
3.
Mirna wati
4.
Meitiara hasanah putri
D.Strategi
Pelaksanaan
1. Perkenalan
a. menyebutkan nama, asal, pendidikan dan
tujuan
b. menanyakan identitas keluarga
2. Intervensi
a. Mengidentifikasi riwayat kesehatan klien
yaitu :
a). Riwayat penyakit yang diderita klien
baik sebelum maupun sesudah di rawat di
RSJKO
b).
Mengidentifikasi riwayat kesehatan keluarga, apakah ada yang mengalami gangguan
jiwa
Komentar
Posting Komentar