Implementasi kep, jiwa Halusinasi


STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 14 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

A.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien  terlihat mondar-mandir, pasien terlihat banyak melamun, pasien terlihat mengobrol sendiri, klien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
Membina Hubungan saling percaya

                  ”Orientasi”
”Saya perawat yang akan merawat Anda. Nama Saya Aprinosi senang dipanggil Apri, saya perawat yang akan merawat bapak selama seminggu di ruangan Mawar A ini?
Kalau boleh saya tahu Nama anda siapa? Senang dipanggil apa”
”Dan disini saya ingin membantu bapak untuk menyelesaikan masalah yang sedang
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apa keluhan Tn.M saat ini”


”Kerja”
”Baiklah jika Tn.M belum mau bercerita kepada saya saat ini tidak apa-apa. Tn.M. bisa memanggil saya jika ada sesuatu, saya ada didepan

” Terminasi”
”Bagaimana perasaan Tn.M setelah berbincang-bincang?. Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk berbincang-bincang lagi supaya kita bisa saling kenal? Bagaimana bapak mau? Jam berapa?Bagaimana kalau jam 17.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya” ”Baiklah, sampai jumpa.


















3.5 Implementasi & Evaluasi
Nama pasien                        : Tn. M                                                                                   Ruangan               : Murai A
Umur                                      : 42 tahun                                                                             No. register            : 011894
Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Sabtu
14 Juli 2012 11.00 WIB-11.15

1
1.       Membina hubungan saling percaya, menyapa pasien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
  1. Menyapa pasien dengan ramah”Selamat pagi.....(sambil berjabat tangan dan tersenyum)
  2. Memperkenalkan diri
”Saya perawat yang akan merawat Anda. Nama Saya Aprinosi senang dipanggil Apri, saya perawat yang akan merawat bapak selama seminggu diruangan Mawar A ini?
  1. Menanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien...
Kalau boleh saya tahu Nama anda siapa? Senang dipanggil apa”
2.       Menjelaskan tujuan pertemuan
”Dan disini saya ingin membantu bapak untuk menyelesaikan masalah yang sedang bapak alami.
3.       Menunjukan sikap jujur dan menempati janji
4.       Mempertahankan kontak mata
5.       Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menungkap perasaannya hari ini?
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apa keluhan Tn.M saat ini”?
6.       Menunjukan sikap empati kepada pasien dan bersikap menerima klien
”Baiklah jika Tn.M belum mau bercerita kepada saya saat ini tidak apa-apa. Tn.M. bisa memanggil saya jika ada sesuatu, saya ada didepan
7.       Membuat kontrak yang akan datang
”Bagaimana perasaan Tn.M setelah berbincang-bincang?. Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk berbincang-bincang lagi supaya kita bisa saling kenal? Bagaimana bapak mau? Jam berapa?Bagaimana kalau jam 17.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya” ”Baiklah, sampai jumpa.
S =
  1. Selamat pagi pak….
  2. Nama saya M…
  3. Perasan saya baik-baik saja
  4. Ya, saya setuju saja kapan bapak bisa, tapi jangan sekarang pak…nanti saja….
  5. Selamat siang bu…
O =
  1. pasien menjawab salam perawat sambil berjabat tangan
  2. Kontak mata klien ada
  3. Nada bicara lambat, dan pelan
  4. Klien kooperatif dalam menjawab pertanyaan perawat
A=
  1. Hubungan saling percaya belum terbina
  2. Pertahankan hubungan saling percaya
P =
  1. Kontrak selanjutnya nanti siang jam 15.00 s/d 15.15 WIB
  2. Lanjutkan SP 1




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 14 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A


B.     Proses Keperawatan
1.      Kondisi
pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat banyak melamun, pasien terlihat mengobrol sendiri, pasien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
Membina Hubungan saling percaya

”Orientasi”
”Selamat si Tn.M (sambil berjabat tangan dan tersenyum)”masih ingat dengan saya pak....? ”Dan disini kita akan berbincang-bincang lagi agar kita bisa lebih mengenal.
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apa keluhan Tn.M saat ini”?




”Kerja”
”bagus nampaknya T.M sudah bisa mengingat nama saya dan sudah mau bercerita sedikit dengan saya
”Terminasi
”Bagaimana perasaan Tn.M setelah berbincang-bincang?. Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk berbincang-bincang mengenai masalah yang ada pada Tn.M mengenai suara-suara yang muncul? Bagaimana bapak mau? Jam berapa?Bagaimana kalau jam 15.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya” ”Baiklah, sampai jumpa.





Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Sabtu
14 Juli 2012 15.00 WIB-15.15

1

Membina hubungan saling percaya, menyapa pasien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.

Menyapa pasien dengan ramah”Selamat sore.....(sambil berjabat tangan dan tersenyum)”masih ingat denga saya pak....?
1.       Menjelaskan tujuan pertemuan
”Dan disini kita akan berbincang-bincang lagi agar kita bisa lebih mengenal.
2.       Menunjukan sikap jujur dan menempati janji
3.       Mempertahankan kontak mata
4.       Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menungkap perasaannya hari ini?
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apa keluhan Tn.M saat ini”?
5.       Menunjukan sikap empati kepada pasien dan bersikap menerima klien
”bagus nampaknya T.M sudah bisa mengingat nama saya dan sudah mau bercerita sedikit dengan saya


6.       Membuat kontrak yang akan datang
”Bagaimana perasaan Tn.M setelah berbincang-bincang?. Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk berbincang-bincang mengenai masalah yang ada pada Tn.M mengenai suara-suara yang muncul? Bagaimana bapak mau? Jam berapa?Bagaimana kalau jam 15.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya” ”Baiklah, sampai jumpa.

S =
  1. Selamat sore pak….
  2. Ya Apri kan…
  3. Perasan saya baik-baik saja
  4. Namun sedikit pusing
  5. Ya, saya setuju saja kapan bapak bisa, tapi jangan sekarang pak…nanti saja….
  6. Selamat siang bu…
O =              
  1. pasien menjawab salam perawat sambil berjabat tangan
  2. Kontak mata klien ada
  3. Nada bicara lambat, dan pelan
  4. pasien kooperatif dalam menjawab pertanyaan perawat
A=
  1. Hubungan saling percaya belum terbina
  2. Pertahankan hubungan saling percaya
P =
  1. Kontrak selanjutnya nanti siang jam 17.00 s/d 17.15 WIB
  2. Lanjutkan SP 1




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 14 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

C.     Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien  terlihat mondar-mandir, pasien terlihat banyak melamun, pasien terlihat mengobrol sendiri, pasien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
1. Mengenal isi halusinasi
2. Pasien mengenal waktu terjadinya halusinasi
3. Pasien mengenal frekuensi Halusinasi
4. Pasien mengenal perasaan bisa mengalami halusinasi

”Orientasi”
”Selamat sore. Masih ingat dengan saya pak...!!
Mengingatkan kontrak yang telah disepakati dan menjelaskan tujuan pertemuan
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Sesuai janji kita tadi pagi sekarang  bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini Tn. M dengar tetapi tak tampak wujudnya? dimana kita duduk??
”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini Tn. M dengar tetapi tak tampak wujudnya Berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit”

”Kerja
” Tadi saya melihat M, sedang berbicara dan tertawa sendiri””Apakah Tn.M mendengar suara tanpa ada wujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?””Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering Tn.M dengar suara? Berapa kali sehari Tn.M alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?” Apa yang Tn.M rasakan pada saat mendengar suara itu?” Apa yang Tn.M lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang?
” Apakah M sudah tahu apa nama suara-suara yang M dengar
” Apakah M tahu apa yang dimaksud halusinasi


”Terminasi”
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
Bagaimana jika besok kita belajar cara mengontrol halusinasi Bagaimana bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 09.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? ”Baiklah, sampai jumpa









Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Sabtu
14 Juli 2012 17.00 WIB-17.15





























1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya, menyapa pasien dengan  ramah baik verbal maupun non verbal.

a.       Menyapa pasien dengan ramah...
”Selamat sore. Masih ingat dengan saya pak...!!
b.       Mengingatkan kontrak yang telah disepakati dan menjelaskan tujuan pertemuan
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Sesuai janji kita tadi pagi sekarang  bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini Tn. M dengar tetapi tak tampak wujudnya? dimana kita duduk??
  1. Menjelaskan tujuan pertemuan. ”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini Tn. M dengar tetapi tak tampak wujudnya Berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit”
2.       Menjaga kontak  mata selama interaksi
3.       Menunjukan sikap empati dan menerima pasien apa adanya.
4.       Menjelaskan hasil obervasi klien baik secara verbal maupun non verbal
 ” Tadi saya melihat M, sedang berbicara dan tertawa sendiri”
5.       Mengidentifikasi waktu munculnya halusinasi, frekuensi dan isi halusinasi.
Bantu pasien menganal halusinasinya ”Apakah Tn.M mendengar suara tanpa ada wujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?””Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering Tn.M dengar suara? Berapa kali sehari Tn.M alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?” Apa yang Tn.M rasakan pada saat mendengar suara itu?” Apa yang Tn.M lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang?
6.       Menjaga kontak mata selama interaksi
7.       Mengenalkan pengertian halusinasi kepada pasien
” Apakah Tn.M sudah tahu apa nama suara-suara yang M dengar
” Apakah M tahu apa yang dimaksud halusinasi
 Halusinasi adalah suatu persepsi yang tidak sesuai dengan kenyataan, jadi tn.M seakan-akan mendengar suara-suara tapi sesungguhnya suara itu tidak ada.
8.       Bersikap empati dan menerima klien apa adanya
9.       Membuat kontrak yang akan datang
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
Bagaimana jika besok kita belajar cara mengontrol halusinasi Bagaimana bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 09.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? ”Baiklah, sampai jumpa
S =
a.       Selamat sore…
b.       Ya… saya sering mendengar
c.        Dia mengajak saya mengobrol dan keluyuran
d.       2 x sehari biasanya… jan 06.00 WIB dan sesudah maghrib
e.        Biasanya saat saya sendiri dan melamun…
f.        Saya merasa takut…..
g.        Saya tidak melakukan apapun…. Saya hanya diam dan tidur
O =
a.       Pasien  mau menjawab salam perawat
b.       pasien mau berjabat tangan dengan perawat
c.        Pasien mau menjawab dan mengulangi pertanyaan perawat
d.       Pasien  sering menundukan kepalanya
e.        Pasien tampat mendengarakan apa yang dijelaskan oleh perawat
A =
a.       Mempertahankan hubungan saling percaya
b.       pasien sudah mengenal halusinasi
P =
Lanjutkan intervensi besok jam 09.00 s/d 09.30










STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 15 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

D.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien  terlihat mondar-mandir, pasien terlihat banyak melamun, pasien terlihat mengobrol sendiri, klien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
Menontrol halusinasi pertama : menghardik halusinasi

Orientasi:
”Selamat pagi. Masih ingat denga saya?.”
”Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apa keluhan Tn.M saat ini”
”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap cara mengontrol suara yang selama ini Tn. M dengar tetapi tak tampak wujudnya? dimana kita duduk? Di Kamar Tn.M? Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit”



Kerja:
” Tn.M, ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat dengan teratur.”
”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.
”Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul langsung bilang, pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba Tn.M peragakan! Nah begitu, Tn.M bagus! Coba lagi! Ya bagus, Tn.M sudah bisa”
Terminasi:
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?” Kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan coba cara tersebut ! bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja latihannya? (Anda masukkan kegiatan latihan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien). Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-suara dengan cara yang kedua? Bagaimana bapak mau? Jam berapa?Bagaimana kalau jam 16.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya”
”Baiklah, sampai jumpa.










Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Minggu
15 Juli 2012 09.00 WIB-09.15





























1
  1. Mempertahankan hubungan saling percaya...
Menyapa pasien dengan ramah...
”Selamat pagi. Masih ingat dengan saya pak...!! ”Bagaimana perasaan Tn.M”
  1. Mengingatkan kontrak yang telah disepakati dan menjelaskan tujuan pertemuan
 ”Baiklah, sesuai janji kita tadi bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol suara yang selama ini Tn. M dengar? ” Bapak mau? dimana kita duduk? Di Kamar Tn.M? Berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit”
  1. Menjaga kontak mata selama interaksi
  2. Menjelaskan cara-cara mengontrol halusinasi...
” Tn.M, ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul.
Pertama, dengan menghardik suara tersebut.
Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang
Keempat minum obat dengan teratur.”
  1. Mempraktekkan cara menontrol halusinasi dengan cara menghardik
”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”.
”Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul langsung bilang, pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi.
Coba Tn.M peragakan! Nah begitu,
Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
  1. Mengakhiri pertemuan dan menbuat kontrak baru utnutk pertemuan yang akan datang.
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
” Bagaimana jika kita masukkan dalam jadwal harian bapak ? jam berapa maunya?
Bagaimana jika besok kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 11.00 wib?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? ”Baiklah, sampai jumpa.  

S =
a.       Selamat pagi….ya…apri
b.       Ya…baik-baik saja
c.        Disini saja….terserah bapak saja
d.       Saya…senang berbincang-bincang
e.        Klien mengatakan...pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu
f.        Ya boleh….
g.        Jam 14.00 WIB
h.        Ya…saya bisa jam segitu…15 menit ya pak….

O=
a.       Klien memperhatikan perawat
b.       Klien memperkatikan cara menghardik
c.        Klien mau berjabat tangan dengan perawat
d.       Klien menganggukkan  kepalanya tanda mengerti
A =
Pasien mampu memperagakan cara menghardik
P =
Lanjutkan intervensi jam 11.00 WIB…evaluasi cara menghardik





STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 15 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

E.     Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien  terlihat mondar-mandir, pasien terlihat banyak melamun, pasien terlihat mengobrol sendiri, pasien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
Evaluasi cara menontrol halusinasi yang pertama : menghardik halusinasi


”Orientasi:
”Selamat siang. Masih ingat dengan saya pak...!! ”Bagaimana perasaan Tn.M
”Baiklah, sesuai janji kita tadi bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang mengontrol suara yang selama ini Tn. M dengar dengan cara yang pertama seperti yang kita pelajari tadi? ” Bapak mau? dimana kita duduk? Di Kamar Tn.M? Berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit”

”Kerja”
Coba Tn.M peragakan lagi bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik! Nah begitu, Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
”Terminasi”
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
” Bagaimana jika kita masukkan dalam jadwal harian bapak ? jam berapa maunya” Bagaimana jika besok kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 16.00 wib?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? ”Baiklah, sampai jumpa.  





















Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Minggu
15 Juli 2012 11.00 WIB-11.15






















1
  1. Mempertahankan hubungan saling percaya...
Menyapa pasien dengan ramah...
”Selamat siang. Masih ingat dengan saya pak...!! ”Bagaimana perasaan Tn.M”

  1. Mengingatkan kontrak yang telah disepakati dan menjelaskan tujuan pertemuan
 ”Baiklah, sesuai janji kita tadi bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang mengontrol suara yang selama ini Tn. M dengar dengan cara yang pertama seperti yang kita pelajari tadi? ” Bapak mau? dimana kita duduk? Di Kamar Tn.M? Berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit”
  1. Menjaga kontak mata selama interaksi
  2. Meminta klien mempraktekkan cara menontrol halusinasi dengan cara menghardik
Coba Tn.M peragakan lagi bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik!
Nah begitu,
Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
  1. Mengakhiri pertemuan dan menbuat kontrak baru untuk pertemuan yang akan datang.
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
” Bagaimana jika kita masukkan dalam jadwal harian bapak ? jam berapa maunya?
Bagaimana jika besok kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 16.00 wib?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? ”Baiklah, sampai jumpa.  

S =
a.       Selamat siang….ya…aprikan
b.       Ya saya ingat.. Ya…baik-baik saja
c.        Disini saja….terserah bapak saja
d.       Saya…senang berbincang-bincang
e.        Pasien mengatakan...pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu
f.        Ya boleh….
g.        Jam 16.00 WIB
h.        Ya…saya bisa jam segitu…15 menit ya pak….
O=
a.       Pasien memperkatikan cara menghardik
b.       Pasien mau berjabat tangan dengan perawat
c.        Pasien menganggukkan  kepalanya tanda mengerti
d.       Pasien tampak mendengarakan apa yang dijelaskan oleh perawat
A =Klien mampu memperagakan cara menghardik
P =Lanjutkan intervensi jam 16.00 wib…SP-2




STRATEGI PELAKSANAAN

Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 15 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

F.      Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat masih mondar-mandir, pasien terlihat melamun, sesekali pasien terlihat berbaring ditempat tidur

2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran

3.      Tujuan
a.       Evaluasi latihan cara menghardik
b.      Latihan cara kedua : menemui orang lain dan bercakap-cakap
c.       Susun jadwal kegiatan  harian cara ke-2

SP 2 Pasien : Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara kedua:bercakap-cakap dengan orang lain 

Orientasi:
“Selamat pagi Tn. M Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?coba bapak ulangi cara yang kita pelajari kemarin ?Berkurangkah suara-suaranya Bagus ! Sesuai janji kita tadi saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Kita akan latihan selama Tn.M Mau di mana? Di sini saja ?
Kerja:
“Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Jadi kalau Tn.M mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan Tn.M Contohnya begini, Tn.M tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya Kakak Tn.M katakan: Kak, ayo ngobrol dengan Tn.M, Tn.M sedang dengar suara-suara Begitu Tn.M, Coba Tn.M lakukan seperti saya tadi lakukan. Ya, begitu. Bagus! Coba sekali lagi! Bagus! Nah, latih terus ya Tn.M!”disini Tn.M dapat mengajak perawat atau pasien lain untuk bercakap-cakap
Terminasi:
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah latihan ini? Jadi sudah ada berapa cara yang Tn.M pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus, cobalah kedua cara ini kalau Tn.M mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Tn.M Mau jam berapa latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu suara itu muncul! Besok pagi saya akan ke mari lagi.besok kita akan mengulang apa yang kita pelajari cara mengontrol halusinasi yang pertama dan kedua”




Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Minggu
15 Juli 2012 16.00 WIB-16.15






















1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya, menyapa pasien dengan  ramah baik verbal maupun non verbal.
”Selamat sore Tn. M Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah bapak masih ingat dengan saya?
2.       Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
” Apakah bapak sudah mandi ?
Apakah suara-suaranya masih muncul ?
3.       Evalusi cara yang terlah dipelajari sebelumnya..
“Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?” coba bapak ulangi cara yang kita pelajari kemari?
‘Ya bugus sekali...“Berkurangkah suara-suaranya Bagus !
4.       Mengingatkan kembali kontrak yang sudah disepakati dan tujuan pertemuan.
“Sesuai janji kita tadi, kita akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain. “Kita akan latihan selama 15 menit? Apakah bapak mau ? bapak Mau di mana? Di sini saja?
5.       Menjelaskan dan memperaktekkan cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
“Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain.
”Jadi kalau Tn.M mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan Tn.M Contohnya begini, Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya Kakak Tn.M katakan: Kak, ayo ngobrol dengan Tn.M, Tn.M sedang dengar suara-suara Begitu Tn.M, Coba Tn.M lakukan seperti saya tadi lakukan.
”Ya, begitu. Bagus! Nah, latih terus ya Tn.M!”disini Tn.M dapat mengajak perawat atau pasien lain untuk bercakap-cakap
6.       Membuat kontrak yang akan datang dan masukkan kegiatan dalam jadwal
”Bagaimana perasaan Tn.M setelah latihan ini? Jadi sudah ada berapa cara yang Tn.M pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus, cobalah kedua cara ini kalau Tn.M mengalami halusinasi lagi.
”Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Tn.M Mau jam berapa latihan bercakap-cakap?
”Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu suara itu muncul! Nanti besok saya akan ke mari lagi. Besok kita akan mengulang cara yang telah kita pelajari tadi?
” Bagaimana apakah bapak mau? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10.00 WIB? Mau di mana Tn.M ? Sampai nanti....
S =
a.       Selamat sore….ya…aprikan
b.       Ya saya sudah mandi
c.        Suara-suara itu masih muncul
d.        saya ingat.. Ya…baik-baik saja
e.        Disini saja….terserah bapak saja berapa lama
f.        Saya…senang berbincang-bincang
g.        Pasien mengatakan...pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu
h.       Pasien mengatakan  Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya
i.         Ya boleh….
j.         Jam 16.00 WIB
k.        Ya…saya bisa jam segitu…15 menit ya pak….
O=
a.          Pasien memperkatikan cara menghardik
b.       Pasien sudah bisa melakukan cara menghardik
c.        pasien memepraktekkan cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
d.          Pasien mau berjabat tangan dengan perawat
e.        Pasien menganggukkan  kepalanya tanda mengerti
f.        Pasien tampak mendengarakan apa yang dijelaskan oleh perawat
A =
a.       Pasien mampu memperagakan cara menghardik
b.       Pasien memperagakan cara mengontol halusinasi dengan bercaka-cakap
P =Lanjutkan intervensi besok jam 10.00 Wib…SP-2




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 15 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

G.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat banyak melamun, pasien terlihat mengobrol sendiri, pasien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
Evaluasi cara menontrol halusinasi yang pertama : menghardik halusinasi
Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua

Orientasi
” Selamat siang pak masih ingat dengan  saya? ”masih ingat denga saya ? ”Bagaimana perasaan Tn.M coba bapak ulangi cara yang sudah kita pelajari”
”sesuai janji kita tadi sekarang kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang apa yang kita pelajari tadi? Bapak mau? Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya?  


”Kerja”
”Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  kedua Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
(Jika Pasien tidak mengingat cara yang diajarkan ulangi kembai)
”Terminasi”
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 14.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? Dan jangan lupa dilatih terus cara yang telah kita pelajari tadi...”Baiklah, sampai jumpa.  




















Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Minggu
15 Juli 2012 16.00 WIB-16.15






















1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya, menyapa pasien dengan  ramah baik verbal maupun non verbal
a.       Menyapa pasien dengan ramah
” Selamat siang pak masih ingat dengan  saya? ”masih ingat denga saya ? ”Bagaimana perasaan Tn.M coba bapak ulangi cara yang sudah kita pelajari”
b.       Mengingatkan kontrak yang telah disepakati
”sesuai janji kita tadi sekarang kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang apa yang kita pelajari tadi? Bapak mau?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya?  
2.       Menjaga kontak mata selama interaksi
3.       Menunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
4.       Evalusi kegiatan cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
”Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  kedua
5. Jelaskan kembali cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
Jadi kalau Tn.M mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan Tn.M Contohnya begini, Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya Kakak Tn.M katakan: Kak, ayo ngobrol dengan Tn.M, Tn.M sedang dengar suara-suara Begitu Tn.M, Coba Tn.M lakukan seperti saya tadi lakukan.
6. Minta klien untuk mempraktekkan cara mengontor halusinasi dengan cara yang kedua
Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
7. Buat kontrak yang akan datang
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 10.00 wib?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? Dan jangan lupa dilatih terus cara yang telah kita pelajari tadi...”Baiklah, sampai jumpa.  
S=
a.       Ya saya baik…pak
b.       Ya Aprikan…
c.        Pasien mengatakan ada 2 cara yaitu manghardik dan bercakap-cakap
d.       Pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu
e.        Pasien mengatakan belum hapal cara yang kedua
f.        Pasien mengatakan Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya!
g.        Ya boleh...14.00 WIB
h.       Ya saya mau…..10 menit? Disini saja
O =
a.       Pasien memperkatikan cara menghardik
b.       Pasien sudah bisa melakukan cara menghardik
c.        Pasien terlihat memperhatikan perawat dengan cara yang kedua
d.       Pasien memepraktekkan cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
e.           Pasien mau berjabat tangan dengan perawat
f.        Pasein menganggukkan  kepalanya tanda mengerti
g.        Pasien tampak mendengarakan apa yang dijelaskan oleh perawat
A=
a.       Pasien mampu melakukan cara mengontrol halusinasi dengan cara pertama
b.       Pasien belum terlalu hapal dengan cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
P= Lanjutkan Intervensi Jam 10.00WIB , SP-2




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 16 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

H.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat mondar-mandir, Pasien terlihat banyak melamun, Pasien terlihat mengobrol sendiri, Pasien terlihat banyak melamun, rambut kering, kuku panjang
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan :
Evaluasi cara menontrol halusinasi yang pertama : menghardik halusinasi
Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua

Orientasi
” Selamat siang pak masih ingat dengan  saya? ”masih ingat denga saya ? ”Bagaimana perasaan Tn.M coba bapak ulangi cara yang sudah kita pelajari kemarin”
”sesuai janji kita tadi sekarang kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang apa yang kita pelajari tadi? Bapak mau? Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya?  


”Kerja”
”Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  kedua Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
(Jika Pasien tidak mengingat cara yang diajarkan ulangi kembai)
”Terminasi”
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 14.00 wib? Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? Dan jangan lupa dilatih terus cara yang telah kita pelajari tadi...”Baiklah, sampai jumpa.  




















Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Senin
16 Juli 2012 10.00 WIB-10.15






















1
1.    Mempertahankan hubungan saling percaya, menyapa pasien dengan  ramah baik verbal maupun non verbal
a.       Menyapa pasien dengan ramah
” Selamat siang pak masih ingat dengan  saya? ”masih ingat denga saya ? ”Bagaimana perasaan Tn.M coba bapak ulangi cara yang sudah kita pelajari”
b.       Mengingatkan kontrak yang telah disepakati
”sesuai janji kita tadi sekarang kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang apa yang kita pelajari tadi? Bapak mau?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya?  
2.       Menjaga kontak mata selama interaksi
3.       Menunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
4.       Evalusi kegiatan cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
”Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  kedua
5. Jelaskan kembali cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua
Jadi kalau Tn.M mulai mendengar suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk ngobrol dengan Tn.M Contohnya begini, Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya Kakak Tn.M katakan: Kak, ayo ngobrol dengan Tn.M, Tn.M sedang dengar suara-suara Begitu Tn.M, Coba Tn.M lakukan seperti saya tadi lakukan.
6. Minta klien untuk mempraktekkan cara mengontor halusinasi dengan cara yang kedua
Ya bagus..!!! Tn.M sudah bisa”
7. Buat kontrak yang akan datang
Bagaimana perasaan Tn.M setelah peragaan latihan tadi?”
Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi untuk mengulang belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua? Bapak mau?
Jam berapa? Bagaimana kalau jam 14.00 wib?
Berapa lama kita akan berlatih? Dimana tempatnya? Dan jangan lupa dilatih terus cara yang telah kita pelajari tadi...”Baiklah, sampai jumpa.
S=
a.       Ya saya baik…pak
b.       Ya Aprikan…
c.        Pasien mengatakan ada 2 cara yaitu manghardik dan bercakap-cakap
d.       Pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu
e.        Pasien mengatakan Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya!
f.        Ya besok boleh...14.00 WIB
g.        Ya saya mau…..10 menit? Disini saja
O =
a.       Pasien memperkatikan cara menghardik dan baercakap-cakap
b.       Pasien terlihat melakukan  perawat dengan cara yang pertama dan  kedua
c.           Pasien mau berjabat tangan dengan perawat
d.       Pasein menganggukkan  kepalanya tanda mengerti
e.        Pasien tampak mendengarakan apa yang dijelaskan oleh perawat
f.        Kontak mata ada dengan perawat
A=
Pasien mampu melakukan cara mengontrol halusinasi dengan cara pertama dan cara yang kedua
P=
Lanjutkan Intervensi besok jam 14.00 s/d 14.15 WIB , SP-3





STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 16 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

I.       Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat sering melamun dan lesu, pasien sering murung

2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran

3.      Tujuan
1.      Evaluasi jadwal harian untuk 2 cara yang sudah diajarkan : mengahardik dan bercakap-cakap dengan orang lain
2.      Latihan melaksanakan aktivitas terjadwal
Orientasi:
“Selamat pagi Tn.M Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai  dua cara yang telah kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus ! Sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu melakukan kegiatan terjadwal. Mau di mana kita bicara? Baik kita duduk dikamar Tn.M Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit ? Baiklah.”
Kerja:
“Apa saja yang biasa Tn.M lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya, terus jam berikutnya (terus ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai malam). Wah banyak sekali kegiatannya. Mari kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan tersebut). Bagus sekali banyak yang bisa Tn.M lakukan. Kegiatan ini dapat Tn.M lakukan untuk mencegah suara tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan.

Terminasi:
 “Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara? Bagus sekali! Coba sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara. Bagus sekali. Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Tn.M Coba lakukan sesuai jadwal ya!(anda dapat melatih aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai terpenuhi seluruh aktivitas dari pagi sampai malam) Bagaimana kalau menjelang makan siang nanti, kita membahas cara minum obat yang baik serta guna obat. Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 14.00 WIB pagi?Di sini ya! Sampai jumpa.









Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Senin
16 Juli 2012 14.00 WIB-14.15






















1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya
a.       Berikan salam dengan menyapa pasien
“Selamat pagi Tn.M Bagaimana perasaan Tn.M hari ini?
“Apakah suara-suaranya masih muncul? “Apakah sudah dipakai  dua cara yang telah kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus !
b.       Mengingatkan kontrak yang telah disepakati
“Sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu melakukan kegiatan terjadwal.
“Mau di mana kita bicara? Baik kita duduk dikamar Tn.M Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit ? Baiklah.”
2.       Mempertahankan kontak mata dan tunjukan sikap empati
3.       Menyusun kegiatan terjadwal yang masih bisa pasien lakukan
“Apa saja yang biasa Tn.M lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya,
”Jam 06.00 WIB
”Jam 07.00 WIB
”Jam 08.00 WIB
”Jam 09.00 WIB
”Jam 10.00 WIB
”Jam 11.00 WIB
”Jam 12.00 WIB
”Jam 13.00 WIB
”Jam 15.00 WIB
”Jam 16.00 WIB
”Jam 17.00 WIB
”Jam 18.00 WIB
”Jam 19.00 WIB
”Jam 20.00 WIB
”Jam 21.00 WIB
”Jam 22.00 WIB
”Wah banyak sekali kegiatannya. Mari kita latih dua kegiatan hari ini (menyapu dan mengepel).
”Bagus sekali banyak yang bisa Tn.M lakukan. Kegiatan ini dapat Tn.M lakukan untuk mencegah suara tersebut muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan
4.       Buat kontak baru dan masukan kedalam jadwal..
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara? Bagus sekali!
Coba sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara. Bagus sekali.
Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Tn.M Coba lakukan sesuai jadwal ya!(anda dapat melatih aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai terpenuhi seluruh aktivitas dari pagi sampai malam) Bagaimana sore nanti, kita membahas dua kegiatan yang lainnya. Mau jam berapa lama? Bagaimana kalau jam 17.00 WIB?Di sini ya! Sampai jumpa.

S=
a.       Pagi…pak…!!!
b.       Sudah tidak...pak
c.        Ya sudah… saya pakai
d.       Ya…ini pak..!!!
e.        Ya boleh saya mau berbincang…pak
f.        Kegiatan saya bisa lakukan
“Bangun tidur…
“Makan dan minum obat
“Menbersihkan tempat tidur
“Menyuci baju
“Menyapu
“Bercakap-cakap
“Makan dan minum obat
“Istirahat
“Membersihkan tempat tidur
“Menghardik halusinasi
“Mandi
“Makan dan minum
“Menghardik halusinasi
“ Bercakap-cakap
“Cuci tangan
“ Tidur
g.        Ya….pak..!!!
h.       Ya..saya senang ada aktivitas
i.         Menghardik halusinasi, bercakap-cakap, melakukan kegiatan
j.         Ya boleh…pak..!!! 10 menit

O =
  1. Kontak mata sangat baik
  2. Pasien kooperatif.
  3. Pasien terlihat senang
  4. Pasien terlihat melakukan kegiatan meyapu dan mengepel
  5. Pasien  terlihat memperhatikan penjelasan perawat
A =
Pasien mampu melakukan kegiatan yang terjadwal terutama menyapu dan mengepel
P=Lanjutkan intervensi jam 17.00 s/d 17.15 WIB ..evaluasi jadwal kegiatan




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 17 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

J.       Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat mondar-mandir, pasien serign tidur terlihat sering melamun dan lesu, pasien sering menyendiri

2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran

3.      Tujuan
1.      Evaluasi jadwal harian untuk 2 cara yang sudah diajarkan : mengahardik dan bercakap-cakap dengan orang lain
2.   Latihan melaksanakan aktivitas terjadwal
”Orientasi”
“Selamat sore Tn.M Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? sebelumnya apakah sudah diulang kegiatan yang kita buat tadi...!! Sesuai janji kita, tadi ini kita akan mengulangi cara yang kita pelajari tadi masalah cara membersihkan tempat tidur?Mau di mana kita bicara? Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 15 menit?

”Kerja”
Baiklah coba bapak lakukan kegiatan membersihkan tempat tidur...”Ya..bagus sekali...bapak sudah bisa membersihkan tempat tidur”Jadi bapak lakukan semua kegiatan yang sudah kita jadwalkan tadi ya pak....” ”Apabila kegiatan sudah dilakukan...bapak langsung conteng disebelahnya
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara itu muncul? ”Jadi sudah ada berapa cara yang kita gunakan dalam mengontrol halusinasi Bagaimana kita besok berbincang-bincang lagi, kita akan belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang ke-4? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 20.00 WIB?Di sini ya!? Sampai jumpa...











Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Selasa
17 Juli 2012 14.00 WIB-14.15






















1
Mempertahankan hubungan saling percaya  dengan menggunakan komunikasi terapeutik
a. menyapa pasien dengan ramah
“Selamat sore Tn.M Bagaimana perasaan Tn.M hari ini?
“sebelumnya apakah sudah diulang kegiatan yang kita buat tadi...!!
b. Mengingatkan kontrak yang sudah disepakati
Sesuai janji kita tadi kita akan mengulangi cara yang kita pelajari tadi masalah cara membersihkan tempat tidur?
Mau di mana kita bicara?
Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 15 menit?
2. Jaga kontak mata selama interaksi
3. Gunakan teknik verbal dan non verbal
4. Tunjukan sikap empati dan menerima pasien apa adanya..
5. Melakukan kegiatan yang masiih bisa pasien lakukan
”Baiklah coba bapak lakukan kegiatan membersihkan tempat tidur...
”Ya..bagus sekali...bapak sudah bisa membersihkan tempat tidur
”Jadi bapak lakukan semua kegiatan yang sudah kita jadwalkan tadi ya pak....” ”Apabila kegiatan sudah dilakukan...bapak langsung conteng disebelahnya.
6. Kontrak waktu berikutnya
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara itu muncul?
”Jadi sudah ada berapa cara yang kita gunakan dalam mengontrol halusinasi
Bagaimana kita besok berbincang-bincang lagi, kita akan belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang ke-4?
Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 20.00 WIB?Di sini ya!? Sampai jumpa...

S=
a.       Pagi…pak…!!!
b.       Sudah tidak...pak… saya pakai
c.        Ya…ini pak..!!!
d.       Ya boleh saya mau berbincang…pak
e.        Pasien melakukan kegiatan membersihkan tempat tidur
f.        Ya….pak..!!!
g.        Ya..saya senang ada aktivitas
h.       Ada tiga cara Menghardik halusinasi, bercakap-cakap, melakukan kegiatan
i.         Ya boleh…pak..!!! 19 menit
O =
  1. Kontak mata sangat baik
  2. Pasien kooperatif.
  3. Pasien terlihat senang
  4. Pasein terlihat melakukan kegiatan membersihkan tempat tidur
  5. Pasien melakukan kegiatan yang terjadwal

A =
  1. Pasien mampu melakukan kegiatan yang terjadwal membersihkan tempat tidur
  2. Pasien melakukan kegiatan yang terjadwal
P=
Lanjutkan intervensi Besok jam 20.00 s/d 20.15 WIB SP-3






STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 18 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

K.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih, Pasien terlihat mondar-mandir, pasien banyak tidur dan terlihat sering melamun dan lesu

2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran

3.      Tujuan
1.      Evaluasi jadwal harian untuk 3 cara yang sudah diajarkan : mengahardik dan bercakap-cakap dengan orang lain
2.    Menjelaskan manfaat minum obat, kegunaan minum obat, akibat tidak minum obat
”Orientasi”
“Selamat malam Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul  sudah ada berapa cara yang kita gunakan untuk mengontrol halusinasi?Apakah sudah dipakai  tiga cara yang telah kita latih ? Apakah jadwal kegiatannya sudah dilaksanakan ? Apakah hari ini sudah minum obat?
Baik. Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang Tn.M minum. Kita akan diskusi selama 10 Menit Di sini saja ya......?
”Kerja”
Tn.M adakah bedanya setelah minum obat secara teratur? Apakah suara-suara berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang Tn.M dengar dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi.
”Ada berapa macam obat yang Tn.M minum ?  Ya bagus sekali....!!!
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Bagaimana jika besok kita berbincang-bincang lagi tentang apa obat dan bagaimana dosis dalam minum obat? Bapak mau? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 07.30 WIB sampai jumpa.!







Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Rabu
18 Juli 2012 20.00 WIB-20.15






















1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya dengan komunikasi terapeutik
a.       Menyapa pasien dengan ramah
“Selamat malam Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul  sudah ada berapa cara yang kita gunakan untuk mengontrol halusinasi?Apakah sudah dipakai  tiga cara yang telah kita latih ? Apakah jadwal kegiatannya sudah dilaksanakan ? Apakah hari ini sudah minum obat?
b.       Mengingatkan  kontrak yang sudah disepakati dengan pasien
 Baik. Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang Tn.M minum. Kita akan diskusi selama 10 Menit Di sini saja ya......?

2.      Menjaga kontak mata dengan pasien
3.      Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
4.       Menjelaskan macam-macam obat, fungsi dan kegunaan obat
Tn.M adakah bedanya setelah minum obat secara teratur?
Apakah suara-suara berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang Tn.M dengar dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi.
”Ada berapa macam obat yang Tn.M minum ?  Ya bagus sekali....!!!
5.       Kontrak ulang kapada pasien untuk intervensi selanjutnya
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Bagaimana jika besok kita berbincang-bincang lagi tentang apa obat dan bagaimana dosis dalam minum obat? Bapak mau? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 07.30 WIB sampai jumpa.!
S =
a.       Selamat malam pak …
b.       Ada tiga cara Menghardik halusinasi, bercakap-cakap, melakukan kegiatan
c.        Baik…suara-suara sudah tidak muncul lagi pak…!!!
d.       Sudah saya pakai pak…!!!
e.        Pagi ini sudah minum obat pak….
f.        Ya boleh…pak
g.        “jika minum obat pikiran saya tenang…dan mengantuk
h.       “ Ya berkurang…??
i.         Ada 3…warna putih 2 dan warna merah muda 1
j.         Ya..senang
k.       Terserah bapak saja…
l.         Ya boleh…!!

O=
a.       Pasien terlihat senang
b.       Kontak mata klien
c.        Pasien  bersikap koopratif dalam menjawab pertannyaan perawat
d.       Pasien terlihat memperhatikan penjelasan perawat
A =
a.       Pasien mengertahui manfaat, warna dan jumlah obat yang diminum
P=
Lanjutkan intervensi minum obat, jam 07.30 s/d 07.45





STRATEGI PELAKSANAAN

                Nama pasien                        : Tn.M
                Tanggal                 : 19 Juli 2012
                No RM                   : 011894
                Umur                                      : 42 Tahun
                Ruangan                               : Murai A

L.       Proses Keperawatan
1.       Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih,  pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat sering melamun dan lesu
2.       Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.       Tujuan
1.       Evaluasi jadwal harian untuk 3 cara yang sudah diajarkan : mengahardik dan bercakap-cakap dengan orang lain
2.     Menjelaskan manfaat minum obat, kegunaan minum obat, akibat minum obat, menjelaskan dosis dan cara minum obat yang benar
”Orientasi”
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
 Baik sesuai janji kita hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagaimana dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?


”Kerja”
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih Haloperidol (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak mengerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapak ulangi...
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Berhubung bapak belum hapal bagaimana jika kita nanti bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?bagaimana jam 20.00 WIB







Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Kamis
19 Juli 2012 07.30 WIB-07.45

















1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya dengan komunikasi terapeutik
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
2.       Mengingtkan kontrak yang sudah disepakati dengan pasien
Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagaimana dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?
3.       Menjaga kontak mata dengan pasien
4.       Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
5.       Menjelaskan obat yang dikonsumsi oleh klien
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih Haloperidol (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak mengerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapak ulangi...
6.       Kontrak waktu lanjutan kepada pasien
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Berhubung bapak belum hapal bagaimana jika kita nanti bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?bagaimana jam 20.00 WIB

S =
a.       Baik…suara-suara sudah tidak ada lagi pak…!!!
b.       Ya boleh…pak
c.        Ya…saya mengerti pak
d.       Ya..senang
e.        Saya Belum hapal
f.        Terserah bapak saja…
g.        Ya boleh…!!!!

O =
a.       Pasien  terlihat senang
b.       Kontak mata pasien
c.        Pasien bersikap koopratif dalam menjawab pertannyaan perawat
d.       Pasien belum hapal mengenai obat
A =
Pasien belum hapal megenai obat yang dikonsumsinya sekarang
P=
Ulangi Intervensi mengenai penjelasan masalah obat-obatan, jam 20.15 s/d 20.15 WIB









STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 19 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

M.   Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien  terlihat tenang, keadaan bersih, pasien  terlihat mondar-mandir, pasien terlihat sering melamun dan lesu
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan
1.      Evaluasi jadwal harian untuk 3 cara yang sudah diajarkan : mengahardik dan bercakap-cakap dengan orang lain
2.    Menjelaskan manfaat minum obat, kegunaan minum obat, akibat minum obat, menjelaskan dosis dan cara minum obat yang benar
”Orientasi”
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?  “Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagainama dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?
”Kerja”
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih Triheksilpenidil (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih yang ketiga  Haloperidol(HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak menerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapk ulangi...
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? bagaimana jika kita besok bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?







Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Kamis
19 Juli 2012 07.30 WIB-07.45

















1
1.      Mempertahankan hubungan saling percaya dengan komunikasi terapeutik
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
2.       Mengingatkan kontrak yang sudah disepakati dengan pasien
Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagainana dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?
3.       Menjaga kontak mata dengan pasien
4.       Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
5.       Menjelaskan obat yang dikonsumsi oleh klien
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih Haloperidol (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak menerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapk ulangi...
6.       Kontrak waktu lanjutan kepada pasien
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Berhubung bapak belum hapal bagaimana jika kita nanti bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?bagaimann jam 20.00 WIB

S =
a.       Baik…suara-suara sudah tidak ada lagi pak…!!!
b.       Ya boleh…pak
c.        Ya…saya mengerti pak
d.       Ya..senang
e.        Pasien mengatakan warna Putih APZ 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam.
f.        Jam 15.00 WIB…
g.        Ya boleh…15 menit !!!!


O =
a.       Pasien  terlihat senang
b.       Kontak mata pasien
c.        Pasien memperhatikan perawat
d.       Pasien menjelaskan Obat dan cara minum obat yang benar
e.        Pasien bersikap koopratif dalam menjawab pertannyaan perawat
f.        Pasien terlihat sudah hapal mengenai obat
A =
a.       Selalu menjaga BHSP dengan klien
b.       Pasien hapal megenai obat yang dikonsumsinya sekarang
P=
Ulangi Intervensi mengenai penjelasan masalah obat-obatan




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 20 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

N.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat mondar-mandir, pasien sering tidur
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan
1.      Evaluasi jadwal semua jadwal dari cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan  kedua

”Orientasi”
“Selamat pagi Tn M masih ingat dengan saya? Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncu ?Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?
 “sesuai janji saya kemarin hari ini kita akan mengulangi cara-cara mengontrol halusinasi yang telah kita pelajari beberapa hari ini...?Bagaimana apakah bapak mau..?? maunya dimana? Mau berapa lama? Sekarang kita mengulang 2 cara dulu ya..pak...!


 ”Kerja”
 Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama
Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  kedua
”Bagus bapak sudah mahir dengan cara menontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua....
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan  kedua? Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi tentang cara yang ketiga dan keempat? Bapak mau? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 17.00 WIB sampai jumpa.!

















Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Jum’ad
20 Juli 2012 17.00-17.15

















1
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya
a.       Menyapa pasien dengan ramah
“Selamat pagi Tn....masih ingat dengan saya?
b.        Menanyakan keadaan pasien hari in..
 Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?
c.        Mengingatkan kontrak waktu yang telah disepakati dengan pasien
“sesuai janji saya kemarin hari ini kita akan mengulangi cara-cara mengontrol halusinasi yang telah kita pelajari beberapa hari ini...?Bagaimana apakah bapak mau..?? maunya dimana? Mau berapa lama? Sekarang kita mengulang 2 cara dulu ya..pak...!
2.       Menjaga kontak mata dengan pasien
3.       Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
4.       Evaluasi kagiatan mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua
Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama
Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  kedua
”Bagus bapak sudah mahir dengan cara menontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua....
5.       Kontrak waktu lanjutan kepada pasien mengenai intervensi lanjutan
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua? Bagaimana jika nanti kita berbincang-bincang lagi tentang cara yang ketiga dan keempat? Bapak mau? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 17.00 WIB sampai jumpa.!

S =
a.       Selamat pagi….ya..pari kan
b.       Sudah tidak pak….!!Ya..sudah
c.        Ya..saya mau…
d.       Dikamar saja…10 menit
e.        Pasien mengatakan pergi saya tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu
f.        Pasien mengatakan Tn.S tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo ngobrol dengan saya!
g.        ” Ya saya senang..
h.       Ya boleh...saya mau..!!! 15 menit
O =
a.       Pasien terlihat mengulang cara mengontrol halusinasi dengan cara pertama dan kedua
b.       Pasien terlihat senang
c.        Kontak mata Pasien ada
d.       Pasien terlihat mahir dalam mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua
A=
a.       Pasien  sudah mahir dalam mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua
P =
Lanjutkan intervensi jam 17.00 s/d 17.15




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 20 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

O.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat banyak tidur dari pada berinteraksi,  pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat sering melamun dan lesu
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi  Pendengaran
3.      Tujuan
Evaluasi jadwal semua jadwal dari cara mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga dan  keempat

”Orientasi”
“Selamat pagi Tn....masih ingat dengan saya? Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncu ?Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?
 “sesuai janji saya kemarin hari ini kita akan mengulangi cara-cara mengontrol halusinasi yang telah kita pelajari beberapa hari ini...?Bagaimana apakah bapak mau..?? maunya dimana? Mau berapa lama? Sekarang kita mengulang 2 cara dulu ya..pak...!


 ”Kerja”
 “Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga
Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang  keempat
”Bagus bapak sudah mahir dengan cara menontrol halusinasi dengan cara yang ketiga dan keempat
”Terminasi”
” Bapak hari ini saya terakhir dinas disini dan merawat bapak diruangan Murai A ini? Tapi jika saya tidak ada bapak terus lakukan dan ulang-ulangii mengenai cara yang sudah kita lakukan. Yaitu semua kegiatan dan cara mengontrol halusinasi sesuai jadwal ya pak..!!! jika bapak memerlukan bantuan sesuatu bapak bisa memanggil perawat lainnya. bagaimana jika sampai jumpa.!


Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Jum’ad
20 Juli 2012 17.00-17.15

















1
  1. Mempertahankan hubungan saling percaya
a.       Menyapa pasien dengan ramah
“Selamat sore Tn M .masih ingat dengan saya?
b.    Menanyakan keadaan pasien hari in..
 Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?
c.    Mengingatkan kontrak waktu yang telah disepakati dengan pasien
“sesuai janji saya kemarin hari ini kita akan mengulangi cara-cara mengontrol halusinasi yang telah kita pelajari beberapa hari ini...?Bagaimana apakah bapak mau..?? maunya dimana? Mau berapa lama? Sekarang kita mengulang 2 cara dulu ya..pak...!
  1. Menjaga kontak mata dengan pasien
  2. Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
  3. Evaluasi cara mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga dan keempat
”Baiklah coba saya lihat jadwal kemarin apakah sudah bapak kerjakan semua atau belum...bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga
”Baiklah coba bapak ulangi apa nama dan bagaimana cara mengontrol halusinasi dengan cara yang keempat
” Bagus bapak sudah mahir dengan cara menontrol halusinasi dengan cara yang ketiga dan keempat....
  1. Kontrak jadwal baru bersama klien serta pemutusan kontrak
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol halusinasi dengan cara yang pertama dan kedua?
” Bapak hari ini saya terakhir dinas disini dan merawat bapak diruangan Murai A ini? Tapi jika saya tidak ada bapak terus lakukan dan ulang-ulangii mengenai cara yang sudah kita lakukan. Yaitu semua kegiatan dan cara mengontrol halusinasi sesuai jadwal ya pak..!!! jika bapak memerlukan bantuan sesuatu bapak bisa memanggil perawat lainnya. bagaimana jika sampai jumpa.!

S =
a.       Selamat sore….ya apri
b.       Sudah tidak pak….!!Ya..sudah
c.        Ya..saya mau…
d.       Dikamar saja…10 menit
e.        Ini Jadwal saya…..
f.        Klien menyebutkan nama dan sosis obat APZ  2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 agar rasa cemas bapak dapat hilang. Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih terakhir (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam.
O =
a.       Jadwal pasien terlihat penuh dan diconteng kegiatan yang dilakukan
b.       Pasien terlihat mengulang cara mengontrol halusinasi dengan cara ketiga dan keempat
c.        Pasien terlihat senang
d.       pasien tersenyum
e.        Kontak mata Pasien ada
Pasien terlihat mahir dalam mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga dan keempat
A=
a.       Pasien  sudah mahir dalam mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua dan ketiga
b.       Pasien  sudah bisa melakukan cara mengontrol halusinasi
P=  Lanjutkan Intervensi.




STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 16 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

P.      Proses Keperawatan
1.      Kondisi
Pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat mondar-mandir,  pasien terlihat banyak tidur, pasien terlihat sering melamun dan lesu
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Interaksi sosial
3.      Tujuan
Menjelaskan pentingnya berinteraksi dengan orang lain, menjelaskan keuntungan dan kerugian jika berhubungan dengan orang lain

“Orientasi”
 “Selamat sore Bagaimana istirahat siangnya tadi? Sudah makan pak…?
“Baiklah pak, sesuai janji kita tadi siang, sore ini kita akan bertemu kembali untuk membahas tentang pentingnya berinteraksi atau bergaul dengan orang lain.Bagaimana pak apakah bisa dimulai? Dimana kita berbincang-bincang pak? Bagaimana kalau diruangan ayuk saja?”
“Kerja”
 “Baiklah pak, kita mulai saja. Kenapa bapak tidak mau bergaul dengan orang disekeliling bapak, dan kenapa bapak hanya mau bicara kepada Tn.S saja?”
Dorong dan bantu klien dalam berhubungan dengan orang lain secara bertahap.
“Pak kalau kita berinteraksi dengan orang lain banyak sekali keuntungannya, Misalnya kalau bapak ada masalah kalau bapak ceritakan kepada orang yang di percaya insyaalah pikiran bapak tentang masalah dapat berkurang dan siapa tahu teman atau keluarga bapak dapat membantu masalah bapak.”Dan selain itu bapak memiliki teman yang banyak.” Jadi bagaimana apakah bapak mau bergaul atau berinteraksi dengan orang lain? Dan bagaimana kalau besok saya bawa teman saya ya untuk kenalan dengan bapak?”
“Terminasi”
 “Baiklah pak, saya rasa cukup dulu perbincangan kita sore ini, Bagaimana kita lanjutkan besok ya pak, dan saya akan memperkenalkan bapak dengan teman saya. “Kita bertemu besok ya pak jam 20.30wib  seperti biasanya. Dan dikamar bapak










Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Senin
16 Juli 2012 16.00 WIB-16.15

















2
Mempertahankan hubungan saling percara bina hubungan saling percaya
a. Menyapa pasien dengan ramah.
“Selamat sore Bagaimana istirahat siangnya tadi? Sudah makan pak…?
b. Menjelaskan dan mengingat kembali tujuan pertemuan.
“Baiklah pak, sesuai janji kita tadi siang, sore ini kita akan bertemu kembali untuk membahas tentang pentingnya berinteraksi atau bergaul dengan orang lain.Bagaimana pak apakah bisa dimulai? Dimana kita berbincang-bincang pak,Bagaimana kalau diruangan ayuk pak?”
2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya,Mengapa klien tidak mau bergaul.
“Baiklah pak, kita mulai saja. Kenapa bapak tidak mau bergaul dengan orang disekeliling bapak, dan kenapa bapak hanya mau bicara kepada Tn.S saja?”
1.          Dorong dan bantu pasien dalam berhubungan dengan orang lain secara bertahap.
“Pak kalau kita berinteraksi dengan orang lain banyak sekali keuntungannya, Misalnya kalau bapak ada masalah kalau bapak ceritakan kepada orang yang di percaya insyaalah fikiran bapak tentang masalah dapat berkurang dan siapa tahu teman atau keluarga bapak dapat membantu masalah bapak.”Dan selain itu bapak memiliki teman yang banyak.” Jadi bagaimana apakah bapak mau bergaul atau berinteraksi dengan orang lain? Dan bagaimana kalau besok saya bawa teman saya ya untuk kenalan dengan bapak?”
2.     Beri pujian atas kemauan pasien dalam memutuskan bahwa pasien mau bergaul dengan orang lain atau keluarganya sendiri.
3.       Kontrak waktu selanjutnya untuk intervensi selanjutnya
“Baiklah pak, saya rasa cukup dulu perbincangan kita sore ini, Bagaimana kita lanjutkan besok ya pak, dan saya akan memperkenalkan bapak dengan teman saya.
“Kita bertemu besok ya pak jam 20.30wib  seperti biasanya. Dan dikamar bapak

S =
a.       Sore pak….
b.       Nyenyak.
c.        Ya say ingat
d.       Sudah.
e.        Disini saja…15 menit…
f.        Tn.S sering mengajak saya bicara
g.        Saya malas pak bicar…saya ingin pulang
h.       Ia pak!
i.         Ia pak!
O =
a.       Klien menjawab sapaan pasien dan menjawab pertanyaan pasien.
b.       Perawat mengulang kembali cara minum obat yang benar.
c.        Pasien memperhatikan.
d.       Pasien tersenyum.
e.        Pasien mengangguk.
f.        Pasien menjawab tidak mau saja
g.        Pasien mendengar nasehat perawat tentang pentingnya bergul/berinteraksi.
h.       Pasien mau memutuskan bahwa ingin bergaul/berinteraksi dengan orang lain atau keluarganya sendiri.
i. pasien tersenyum.
j.pasien menyepakati pertemuan besok dan berjabat tangan dengan perawat.
A :
a.       Hubungan saling percaya sudah terbina dengan baik.
b.       Pasien sudah mau berinteraksi dengan perawat.
P :Lanjutkan intervensi



STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 16 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

Q.    Proses Keperawatan
1.      Kondisi
pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat mondar-mandir, pasien banyak tidur dari pada bicara
2.      Diagnosis Keperawatan
Gangguan Interaksi sosial
3.      Tujuan
Mengajarkan cara berinteraksi dengan orang lain(perawat)

“Orientasi”
 “Selamat malam pak? Apa kabarnya hari ini? Apakah sudah mandi dan sarapan? Obatnya sudah diminum? “Baiklah pak sesuai perjanjian kita kemarin sore hari ini kita akan bertemu kembali dan sesuai janji saya kemarin hari ini saya membawa teman saya.
“Kerja"
 “Perkenalkan namanya Tn.Y, silahkan Tn.M berbincang-bincang dengan Tn.Y
Bagaimana senang berkenalan dengan teman saya?”


“Terminasi”
 “Bagaimana besok sore saya kesini lagi mau lihat semua kegiatan yang sudah kite lakukan disini... Besok kita bertemu pukul 14  pak, “Saya pamit dulu pakAssalamualaikum…












Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Senin
16 Juli 2012 16.00 WIB-16.15

















1
1.      Menjaga hubungan saling percaya dengan teknik terapeutik
a.          Menyapa pasien dengan ramah
“Selamat malam pak? Apa kabarnya hari ini? Apakah sudah mandi dan sarapan? Obatnya sudah diminum?
b.     Mengingat kontrak waktu yang telah disepakati kemarin
“Baiklah pak sesuai perjanjian kita kemarin sore hari ini kita akan bertemu kembali dan sesuai janji saya kemarin hari ini saya membawa teman saya.
2.      Bantu pasien berinteraksi dengan orang lain
Perkenalkan namanya Tn.Y, silahkan Tn.M berbincang-bincang dengan Tn.Y
Bagaimana senang berkenalan dengan teman saya?”
3.     Melakukan kontrak dengan pasien
“Bagaimana besok sore saya kesini lagi mau lihat semua kegiatan yang sudah kite lakukan disini... Besok kita bertemu pukul 14  pak, “Saya pamit dulu pakAssalamualaikum…




S=
a.       malam buk.
b.      Ya tadi saya sudah makan
c.       Ya saya ingat pri….
d.      Pasien mengatakan nama saya Tn.M, saya senang dipanggil M

O=
a.       Pasien menjawab sapaan perawat.
b.      Pasien menjawab kabarnya hari ini
c.       Pasien tersenyum dan berjabat tangan dengan teman perawat.
d.      Pasien berinteraksi dengan perawat
e.       Pasien berinteraksi dengan perawat lainnya
f.       Pasien terlihat tersenyum
A:
a.       Pasien mau berinteraksi
b.      Hubungan saling percaya masih dipertahankan
P:
Lanjutkan Intervensi  SP 2



STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 19 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

R.     Proses Keperawatan
1.      Kondisi
pasien terlihat tenang, keadaan bersih,pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat sering melamun dan lesu, pasien terlihat banyak tidur
2.      Diagnosis Keperawatan
Regimen Terapeutik inefektif
3.      Tujuan
 Menjelaskan manfaat minum obat, kegunaan minum obat, akibat minum obat, menjelaskan dosis dan cara minum obat yang benar


”Orientasi”
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
 “Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagainana dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?



”Kerja”
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih Haloperidol (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak menerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapk ulangi...
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Berhubung bapak belum hapal bagaimana jika kita nanti bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?bagaimann jam 20.00 WIB


Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Kamis
19 Juli 2012 07.30 WIB-07.45

















3
1.      Mempertahankan hubungan saling percaya dengan komunikasi terapeutik
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
2.       Mengingatkan kontrak yang sudah disepakati dengan pasien
Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagainama dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?
3.       Menjaga kontak mata dengan pasien
4.       Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
5.       Menjelaskan obat yang dikonsumsi oleh klien
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih Haloperidol (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak menerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapk ulangi...
6.       Kontrak waktu lanjutan kepada pasien
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Berhubung bapak belum hapal bagaimana jika kita nanti bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?bagaimana jam 20.00 WIB

S =
h.       Baik…suara-suara sudah tidak ada lagi pak…!!!
i.         Ya boleh…pak
j.         Ya…saya mengerti pak
k.       Ya..senang
l.         Saya Belum hapal
m.     Terserah bapak saja…
n.       Ya boleh…!!!!

O =
e.        Pasien  terlihat senang
f.        Kontak mata pasien
g.        Pasien bersikap koopratif dalam menjawab pertannyaan perawat
h.       Pasien belum hapal mengenai obat
A =
Pasien belum hapal megenai obat yang dikonsumsinya sekarang
P=
Ulangi Intervensi mengenai penjelasan masalah obat-obatan, jam 20.15 s/d 20.15 WIB









STRATEGI PELAKSANAAN

            Nama pasien                : Tn.M
            Tanggal                       : 19 Juli 2012
            No RM                        : 011894
            Umur                           : 42 Tahun
            Ruangan                      : Murai A

S.      Proses Keperawatan
1.      Kondisi
pasien terlihat tenang, keadaan bersih, pasien terlihat mondar-mandir, pasien terlihat sering melamun dan lesu
2.      Diagnosis Keperawatan
Regimen Terapeutik inefektif
3.      Tujuan
Menjelaskan manfaat minum obat, kegunaan minum obat, akibat minum obat, menjelaskan dosis dan cara minum obat yang benar
”Orientasi”
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?  “Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagainama dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?
”Kerja”
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih Triheksilpenidil (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih yang ketiga  Haloperidol(HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak menerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapk ulangi...
”Terminasi”
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? bagaimana jika kita besok bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?







Tanggal
No
DX
Implemetasi
Evaluasi
Paraf
Kamis
19 Juli 2012 07.30 WIB-07.45

















3
1.       Mempertahankan hubungan saling percaya dengan komunikasi terapeutik
“Selamat Pagi Tn.M .Bagaimana perasaan Tn.M hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
2.       Mengingtkan kontrak yang sudah disepakati dengan pasien
Baik sesuai janji kita tadi Hari ini kita akan mendiskusikan tentang apa obat dan bagainana dosis dalam minum obat. Kita akan diskusi selama 15 Menit Di sini saja ya......?
3.       Menjaga kontak mata dengan pasien
4.       Selalu menunjukan sikap empati kepada pasien
5.       Menjelaskan obat yang dikonsumsi oleh klien
Jadi,....Ini yang warna Putih APZ (Alprazolam) 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih Haloperidol (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan.
”Bagaimana bapak menerti...pak...!!!
Ya bagus sekali....!!! Coba bapk ulangi...
6.       Kontrak waktu lanjutan kepada pasien
“Bagaimana perasaan Tn.M setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Berhubung bapak belum hapal bagaimana jika kita nanti bertemu kembali....Bapak maunya jam berapa, dimana dan berapa lama?bagaimann jam 20.00 WIB

S =
a.       Baik…suara-suara sudah tidak ada lagi pak…!!!
b.       Ya boleh…pak
c.        Ya…saya mengerti pak
d.       Ya..senang
e.        Pasien mengatakan warna Putih APZ 2 kali sehari jam 7 pagi dan jam 7 malam gunanya agar rasa cemas bapak bisa hilang Ini yang putih (THP)2 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku jam. Sedangkan yang putih (HP)  3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang 7 pagi, 1 siang dan 7 malam.
f.        Jam 15.00 WIB…
g.        Ya boleh…15 menit !!!!

O =
g.        Pasien  terlihat senang
h.       Kontak mata pasien
i.         Pasien memperhatikan perawat
j.         Pasien menjelaskan Obat dan cara minum obat ang benar
k.       Pasien bersikap koopratif dalam menjawab pertannyaan perawat
l.         Pasien terlihat sudahhapal mengenai obat

A =
c.        Selalu menjaga BHSP dengan klien
d.       Pasien hapal megenai obat yang dikonsumsinya sekarang
P=
Ulangi Intervensi mengenai penjelasan masalah obat-obatan



Komentar

Postingan Populer